Dinsos Kota Bogor Dorong Kemandirian Ibu-Ibu Lewat Pelatihan Menjahit
DINAMIKA NEWS — Bantuan sosial tak selalu berhenti pada pemberian bantuan semata. Di Kota Bogor, Dinas Sosial (Dinsos) mengambil langkah lebih jauh dengan mengubah bantuan menjadi bekal keterampilan hidup. Melalui Program BERLARI, Dinsos Kota Bogor membekali para ibu dengan keahlian menjahit sebagai jalan menuju kemandirian ekonomi.
Pelatihan ini menyasar para Kelompok Penerima Manfaat (KPM) bansos, khususnya kaum ibu, agar mampu menciptakan peluang usaha mandiri dari rumah. Tidak hanya belajar teknik dasar, peserta juga diarahkan menghasilkan produk yang memiliki nilai jual dan mudah dipasarkan.
Sekretaris Dinas Sosial Kota Bogor, Medi Sandora, menjelaskan bahwa hingga saat ini 107 KPM telah mengikuti pelatihan menjahit dalam program BERLARI. Untuk memastikan keterampilan yang diperoleh benar-benar matang dan berkelanjutan, Dinsos menggandeng Rumah Kreatif Coey sebagai mitra pelatihan lanjutan.
“Pelatihan tambahan dilakukan setiap hari Jumat. Tujuannya agar keterampilan yang sudah diberikan tidak berhenti di teori, tetapi benar-benar bisa diaplikasikan dan berkembang,” ujar Medi, Jum'at (12/12/2025).
Pada 12 Desember 2025, pelatihan lanjutan kembali digelar dengan diikuti 30 peserta. Dalam sesi tersebut, para peserta dilatih membuat daster, jenis pakaian yang relatif mudah diproduksi dan memiliki pasar luas, terutama di lingkungan sekitar.
Menurut Medi, pemilihan materi pelatihan bukan tanpa alasan. “Kami ingin peserta langsung mempraktikkan keterampilan yang bisa menghasilkan. Daster adalah produk yang sederhana, modalnya relatif kecil, tapi peluang jualnya besar,” jelasnya.
Lebih dari sekadar pelatihan, program ini dirancang sebagai proses transformasi sosial—dari ketergantungan terhadap bantuan, menuju kemandirian ekonomi secara bertahap.
“Harapan kami, para KPM pelan-pelan bisa memperoleh penghasilan sendiri, mandiri, dan pada akhirnya tidak lagi bergantung pada bantuan sosial,” tambah Medi.