DINAMIKA NEWS -- Kota Bogor adalah miniatur Indonesia—ruang tempat keberagaman tumbuh berdampingan dengan semangat pengabdian. Di antara wajah-wajah birokrasi yang menggerakkan roda pemerintahan, nama Alma Wiranta muncul sebagai figur yang mencerminkan nilai tersebut: lintas budaya, berintegritas, dan konsisten mengabdi.
Saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, Alma Wiranta dikenal bukan hanya karena kapasitas profesionalnya, tetapi juga karena pendekatan kepemimpinannya yang inklusif dan membumi. Lahir di Balikpapan, berakar budaya Dayak Banjar Kalimantan, dan memiliki ikatan kultural Sunda, Alma merepresentasikan pluralisme yang hidup dan bekerja nyata dalam birokrasi Pemerintah Kota Bogor.
Menurut tokoh masyarakat Abah Tataros, sosok Alma adalah contoh pejabat publik yang tidak berjarak dengan masyarakat. “Ia hadir, mendengar, dan bekerja. Itu yang jarang,” ujarnya.
Kedekatan tersebut kerap dirasakan warga, khususnya di Rusunawa Menteng, tempat Alma dikenal aktif mendukung kegiatan sosial dan kepedulian terhadap anak yatim secara berkelanjutan.
Pengabdian Alma Wiranta tercermin kuat dalam tugas-tugas strategis yang diembannya. Sebagai Ketua Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPN) Kota Bogor periode 2024–2027, ia memegang peran penting dalam menjaga integritas profesi notaris serta keamanan dokumen negara. Di tingkat regional, Alma juga dipercaya sebagai Ketua Forum Kepala Bagian Hukum se-Jawa Barat, sebuah amanah yang menunjukkan pengakuan atas kapasitas dan kepemimpinannya.
Dalam lingkup kebijakan daerah, kontribusinya terbilang signifikan. Ribuan produk hukum daerah telah dilahirkan melalui tangan dan pengawasannya. Bahkan, menurut Abah Tataros, Alma berperan dalam penyelamatan potensi kerugian daerah hingga Rp1,8 triliun, sebuah capaian strategis yang berdampak langsung pada marwah dan keberlanjutan keuangan Pemerintah Kota Bogor.
Di balik peran strukturalnya, Alma Wiranta juga dikenal sebagai pemikir strategis. Latar belakang akademiknya mencakup Sarjana Hukum Universitas Lambung Mangkurat, Magister Ilmu Pertahanan Universitas Pertahanan, hingga saat ini menempuh Program Doktoral dengan konsentrasi Keamanan Nasional. Fokus keilmuannya pada strategi pertahanan dan perang asimetris justru ia terjemahkan secara kontekstual dalam tata kelola pemerintahan dan perlindungan HAM.
Tak berhenti di ruang kebijakan, Alma aktif dalam penyuluhan hukum, pendampingan masyarakat, perlindungan HAM bagi penyandang disabilitas, hingga menggagas ruang advokasi publik seperti Bale Badai. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa hukum tidak hanya soal aturan, tetapi juga keadilan yang dapat dirasakan.
Berbagai capaian turut mengukuhkan kontribusinya. JDIH Kota Bogor berhasil meraih Juara 1 Jawa Barat (2022–2023) dan Terbaik II Nasional (2023). Kota Bogor juga menyandang predikat Kota Peduli HAM dan Kota Toleransi (2023–2024)—capaian yang tidak lepas dari kerja kolektif, termasuk peran strategis Bagian Hukum dan HAM.