Jakarta - Center for Budget Analysis (CBA) menyoroti tajam penggunaan anggaran pengadaan CCTV di lingkungan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta yang dinilai tidak wajar.

Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit dan penyelidikan menyeluruh terhadap belanja perangkat pengawas tersebut.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, M. Fajar Sauri, mendapat julukan sebagai “Bapak CCTV” karena rutin mengalokasikan anggaran besar setiap tahunnya.

“Seolah-olah setiap tahun selalu memborong CCTV. Bahkan mungkin satu hari sebelum kiamat pun tetap membeli CCTV,” ujar Uchok dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).

Data menunjukkan pada tahun 2026 anggaran pengadaan CCTV mencapai Rp2,4 miliar, meningkat dari tahun 2025 sebesar Rp2,2 miliar, dan tahun 2024 sebesar Rp846 juta.

Akumulasi anggaran pengadaan CCTV oleh dinas tersebut selama tiga tahun terakhir diperkirakan menyentuh angka Rp5,5 miliar.

“Anggaran sebesar itu perlu diaudit secara menyeluruh dan diselidiki,” tegas Uchok Sky Khadafi, Rabu (1/4/2026).

CBA meminta Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta segera memanggil M. Fajar Sauri untuk memberikan penjelasan resmi mengenai urgensi dan transparansi penggunaan dana tersebut.

Uchok juga menyebutkan kemungkinan diperlukannya keterangan dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk mendalami proses penyelidikan lebih lanjut.