KAB.BOGOR.WWB.CO.ID – Dengan Konsep Agrowisata dan Edukasi PT Bumi Tama Agrolestari berlokasi di Kampung Sukaresmi RT 03 RW 02, Desa Sukaresmi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, menanam buah melon minion dengan cara Hidroponik.
Furkon Hidayat mengatakan, awal penanaman bibit buah melon minion hibrid sebanyak 400 yang ditanam pada tanggal 16 September 2022 berasal dari dr Azis.
“Saya juga belum tau hibrid-nya dari apa.? Hanya ini variasi baru untuk melon minion rasanya beda dari melon yang lain,” kata Furkon Hidayat Direktur PT. Bumi Tama Agrolestari kepada wartawan, Rabu (12/10/2022).
Pria yang akrab disapa Fatek ini menjelaskan, dari awal tanam (melon) sampai panen itu hanya butuh waktu selama 3 bulan dari semai hingga jadi buah.
Ia mengaku dalam satu kali panen itu hanya memanen satu buah disetiap pohonnya. “Karena kan jika di panen 2 atau 3 buah di dalam satu pohon tingkat manisnya akan berkurang,” jelasnya.
“Yang membedakan melon minion dengan melon lainnya adalah, mempunyai warna kuning didalamnya dan buah meskipun buahnya kecil akan tetapi mempunyai serat,” sambung Fatek.
Sudah pasti beda dengan melon lainya. Baik itu seperti tazmahal, sweetnet, Intanon dan rasa-nya pun berbeda, serta memiliki dua variasi crispy dan lembut selain itu warna kuning didalamnya dan kecil buahnya. Karena, berat buah melon minion sendiri satu biji tidak sampai satu kilo, mungkin hanya 1/2 kilo saja,” ujarnya.
Untuk media tanam melon tersebut, dirinya mengunakan kokopit. Karena, kata dia, kokopit itu media standar yang bisa di eksplor, selain itu tingkat bakterinya pun redah. Hampir sama dengan moss magnum, cuma moss magnum itu terlalu mahal dan kebutuhan airnya harus banyak.
“Kokopit sendiri dari serabut kelapa cuma harus zat tanin-nya yang sudah tidak ada, dengan cara dicuci terlebih dahulu,” terangnya.