JAKARTA - Keputusan pemerintah Indonesia untuk bergabung dalam forum internasional Board of Peace (BoP) menuai tanggapan beragam dari berbagai tokoh nasional. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyampaikan kekhawatiran terkait keberpihakan forum tersebut, sementara pihak pemerintah dan tokoh Muhammadiyah menilai langkah ini sebagai strategi diplomasi aktif untuk menyelamatkan rakyat Palestina di Gaza dari dampak perang yang berlangsung sejak 2022.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina merupakan harga mati yang tidak dapat diganggu gugat. Keterlibatan Indonesia di dalam Board of Peace dipandang sebagai langkah maju ke garis depan diplomasi internasional guna memberikan perlindungan konkret bagi warga sipil dan mencari solusi atas kebuntuan di forum-forum global lainnya.

Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis memberikan catatan kritis dengan meminta pemerintah mengkaji ulang keanggotaan tersebut. Ia menyatakan kekhawatiran bahwa keberadaan Indonesia di forum tersebut justru dapat melemahkan sikap tegas negara dalam membela hak-hak Palestina di mata dunia.