JAKARTA – Momen Presiden Prabowo Subianto meminta awak media meninggalkan ruangan saat pembukaan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 menjadi perhatian publik (26/6). Potongan video yang beredar di media sosial memunculkan narasi bahwa wartawan "diusir" dari forum tersebut.

Namun, berdasarkan kronologi acara dan sejumlah laporan media yang meliput langsung kegiatan tersebut, permintaan itu disampaikan setelah Presiden menyelesaikan pidato pembukaannya dalam sesi yang terbuka untuk umum.

Selanjutnya, acara berlanjut ke forum diskusi yang digelar secara tertutup bersama para guru besar, rektor, peneliti, dan akademisi.

Perubahan format forum tersebut dilakukan setelah sesi pembukaan selesai dan merupakan bagian dari agenda Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 yang dirancang untuk membahas berbagai isu strategis secara lebih mendalam.

Kronologi Perubahan Sesi Terbuka Menjadi Forum Tertutup

Presiden Prabowo membuka Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 yang dihadiri sekitar 2.600 peserta dari kalangan akademisi, guru besar, peneliti, pimpinan perguruan tinggi, serta pejabat pemerintah.

Pada sesi awal, Presiden menyampaikan pidato yang disiarkan secara terbuka, termasuk melalui kanal resmi Sekretariat Presiden. Dalam pidatonya, Presiden menekankan pentingnya peran perguruan tinggi, riset, dan inovasi dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Setelah menyelesaikan pidato pembukaan, Presiden menyampaikan bahwa agenda akan dilanjutkan dalam bentuk dialog yang bersifat terbatas. Pada tahap inilah awak media diminta meninggalkan ruangan karena forum akan beralih menjadi sesi diskusi tertutup.

Bersamaan dengan itu, siaran langsung yang sebelumnya berlangsung juga dihentikan sebelum dialog internal dimulai.