BOGOR, DINAMIKA NEWS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul terpantaunya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencapai sejumlah wilayah, termasuk Bogor.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, menyampaikan imbauan tersebut sebagai respons atas laporan dan sejumlah aduan masyarakat terkait keberadaan abu vulkanik yang diduga berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Fenomena tersebut mendapat perhatian karena berdasarkan pemantauan BMKG, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi mencapai wilayah Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.
“Untuk masyarakat Kota Bogor kami imbau tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diharapkan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengacu pada informasi resmi dari pemerintah,” ujar Dimas.
BPBD Kota Bogor mengingatkan masyarakat, khususnya yang harus beraktivitas di luar ruangan, untuk menggunakan masker sebagai langkah perlindungan terhadap paparan partikel abu vulkanik yang dapat mengganggu saluran pernapasan.
Selain penggunaan masker, warga juga diminta memperhatikan kebersihan lingkungan. Abu yang menempel pada kendaraan, teras, halaman maupun perabot rumah tangga sebaiknya segera dibersihkan dengan cara yang tepat agar tidak kembali beterbangan dan terhirup.
Masyarakat juga diingatkan untuk menutup rapat sumber air bersih maupun tempat penampungan air terbuka guna mencegah masuknya abu vulkanik ke dalam air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Warga yang merasakan gangguan kesehatan setelah terpapar abu, terutama apabila mengalami keluhan pada saluran pernapasan atau gangguan kesehatan lainnya, agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat,” imbau Dimas.
BPBD juga meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial. Perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan arah pergerakan abu vulkanik dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer dan arah angin.