DINAMIKA NEWS – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi dalam periode pemantauan 1 Mei 2026 pukul 07.00 WIB hingga 2 Mei 2026 pukul 07.00 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, cuaca ekstrem, dan angin kencang masih mendominasi berbagai wilayah di Indonesia, terutama di Pulau Jawa.
Banjir tercatat melanda 12 kelurahan di DKI Jakarta pada Jumat (1/5). Wilayah terdampak tersebar di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, di antaranya Cilandak Barat, Pondok Labu, Jagakarsa, hingga Kampung Melayu dan Cawang. Peristiwa ini berdampak pada sekitar 1.241 kepala keluarga atau 3.392 jiwa, dengan jumlah rumah terdampak mencapai 1.241 unit. Hingga Sabtu (2/5), kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut.
Di Jawa Barat, banjir juga terjadi di wilayah Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Hujan deras berkepanjangan serta penyempitan aliran Kali Baru menyebabkan genangan air setinggi hingga 120 sentimeter di Desa Rawa Panjang dan Bojong Baru. Sebanyak 60 rumah warga terdampak, dengan kondisi saat ini mulai berangsur pulih setelah penanganan cepat dari tim gabungan.
Masih di Kabupaten Bogor, cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menimbulkan korban jiwa di Kecamatan Cibinong dan Gunung Putri. Dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa pohon dan pagar tembok. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada sejumlah rumah dan satu kendaraan roda dua, serta beberapa pohon tumbang yang sempat menghambat akses jalan.
Bencana serupa juga terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Angin kencang yang melanda Desa Camar Condong, Kecamatan Pematang Jaya, menyebabkan delapan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga berat.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan potensi cuaca ekstrem masih akan berlanjut pada periode 2 hingga 4 Mei 2026. Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan Jawa Barat berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat.
BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Warga di daerah rawan banjir diminta rutin memantau kondisi cuaca, menjaga kebersihan drainase, serta segera melakukan evakuasi jika hujan deras berlangsung lama.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan rapuh saat terjadi angin kencang. Di sisi lain, pemerintah daerah bersama tim terkait diharapkan aktif melakukan patroli di wilayah rawan kebakaran serta mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan pentingnya peran aktif seluruh pihak dalam menghadapi dinamika bencana yang masih tinggi di awal Mei ini.