Jakarta - Klaim yang menyebut Kepolisian Republik Indonesia atau Polri sebagai institusi kepolisian paling korup di Asia Tenggara kembali menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial belakangan ini.
Narasi tersebut beredar luas di platform X dan Facebook dengan merujuk pada data bertajuk Police Corruption Perceptions Index yang dirilis oleh situs web IndexMundi.
Hasil penelusuran terhadap laman resmi IndexMundi menunjukkan bahwa indeks tersebut merupakan hasil survei persepsi dari pengunjung situs yang berpartisipasi secara sukarela, bukan hasil audit resmi.
IndexMundi sebenarnya merupakan sebuah portal agregasi data yang menghimpun berbagai statistik dari beragam sumber terbuka, kemudian menyajikannya kembali dalam bentuk visual yang mudah dipahami publik.
Pengelola situs menjelaskan: "IndexMundi is a comprehensive data portal that gathers facts and statistics from multiple sources and turns them into easy-to-use visuals."
Pernyataan pengelola tersebut menegaskan bahwa fungsi utama platform ini adalah mengumpulkan data, bukan melakukan audit independen ataupun mengeluarkan pemeringkatan resmi mengenai tingkat korupsi lembaga negara.
Data dalam Police Corruption Perceptions Index dihimpun dari jajak pendapat daring yang diisi oleh pengunjung.
Halaman survei IndexMundi secara eksplisit menyatakan: "This section is based on surveys from visitors to this website."
Situs ini tidak menjelaskan adanya penggunaan mekanisme sampel acak, proses verifikasi identitas responden, maupun pembatasan karakteristik responden berdasarkan wilayah geografis atau demografi tertentu.