KOTA BOGOR, WWB.CO.ID – Banyaknya keluhan tentang potensi kecurangan dalam sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Bogor Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Bogor melakukan Aksi di Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Barat Jl. Pangeran Sogiri, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat (07/07/23).

Lebih dari 20 orang mahasiswa yang tergabung dalam HMI-MPO turun aksi mendesak serta memberikan tuntutannya kepada Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah ll Jawa Barat.

Dalam tuntutannya para mahasiswa meminta Kepala KCD Pendidikan wilayah II untuk mundur dari jabatannya, dan bertanggung jawab atas segala permasalahan yang hadir di lembaga Pendidikan Kota Bogor.

Mendesak dan menuntut oknum-oknum KCD. Sekolah dan Disdukcapil agar bertanggung jawab terhadap masalah PPDB.

Mendesak dan menuntut para penegak agar segera memanggil dan memeriksa oknum-oknum yang terlibat pada kecurangan PPDB di Kota Bogor.

Tangkap dan penjarakan mafia pendidikan di Kota Bogor.

Ketua umum HMI-MPO Cabang Bogor Irfan Yoga mengatakan dalam Permen Dikbudristek no.44 tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berharap bisa berjalan secara obyektif, transparan, akuntabel, non diskriminatif dan berkeadilan, dalam rangka mendorong peningkatan akses layanan pendidikan.

“Namun pada perjalanan waktu system zonasi ini berbanding terbalik dengan apa yang di harapkan, banyaknya mafia pendidikan yang memanfaatkan sistem ini untuk melakukan kecurangan dalam proses PPDB,” kata Irfan.

Sebelumnya, kata dia, HMI-MPO sudah melakukan audiensi pada hari Kamis 15 Juni 2023 ke Kantor ini. Untuk memberi masukkan tentang potensi kecurangan dalam sistem zonasi.