JAWA TIMUR, WWB.CO.ID – Peneliti senior Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi (PPKE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya Joko Budi Santoso menilai kekuatan ASEAN Indonesia 2023 mampu membuka peluang kerja sama untuk perluasan pemasaran produk-produk buatan dalam negeri.
Menurutnya, dengan pesatnya perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia, membutuhkan pasar yang lebih luas.
ASEAN memiliki jumlah penduduk mencapai 668,61 juta jiwa. Sehingga, negara-negara tersebut merupakan pasar potensial yang harus dioptimalisasi melalui penguatan kerja sama perdagangan,” kata Joko Budi Santoso, di Kota Malang, Jawa Timur, seperti dilansir dari laman Antaranews.
Ia menjelaskan, salah satu sektor yang bisa dikembangkan oleh Indonesia untuk memperluas pasar produk-produk buatan dalam negeri tersebut, adalah tingginya minat masyarakat dari berbagai negara atas produk kendaraan listrik.
Dengan potensi itu, kata dia, bisa menjadi momentum bagi Indonesia yang merupakan salah satu pemain utama dalam penyediaan bahan baku dan produksi baterai dunia.
Dengan kata lain, investor ASEAN bisa menjadi prioritas untuk berinvestasi di dalam negeri. “Ini juga sesuai dengan semangat dalam mewujudkan ekonomi hijau dan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,” tuturnya.
Menurut Joko, selain potensi dari baterai untuk mobil listrik tersebut, kawasan ASEAN juga merupakan pasar potensial untuk sejumlah produk lainnya seperti dari sektor pertanian dan perikanan.
“ASEAN juga menjadi pasar yang sangat potensial untuk produk-produk pertanian dan perikanan, karena hampir sebagian besar daerah Indonesia berbasis agraris,” ujarnya.
Selain itu, kerja sama perdagangan juga bisa dioptimalisasi untuk sumber bahan baku bagi industri dalam negeri. Dengan adanya kerja sama regional tersebut, tentu akan diikuti dengan paket insentif fiskal dan hambatan yang minim dalam perdagangan antarnegara.