JAKARTA – Anggaran pengadaan kaos kaki untuk petugas lapangan dalam program Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi perbincangan publik.
Pengadaan sekitar 17.000 pasang kaos kaki senilai Rp6,9 miliar atau sekitar Rp100 ribu per pasang menuai beragam persepsi. Salah satunya anggapan bahwa belanja tersebut tidak relevan dengan program gizi.
Berikut klarifikasi terkait kebijakan tersebut.
Kaos Kaki SPPG Bagian dari Perlengkapan Operasional
Pengadaan kaos kaki merupakan bagian dari perlengkapan operasional bagi petugas lapangan yang terlibat dalam pelaksanaan program gizi.
Perlengkapan kerja seperti pakaian, sepatu, hingga kaos kaki menjadi bagian dari standar operasional untuk mendukung kebersihan, keamanan, dan profesionalitas petugas saat bertugas di lapangan.
Anggaran tersebut masuk dalam komponen operasional, bukan pengeluaran tambahan yang tidak berkaitan langsung dengan program.
Perbandingan Anggaran Perlu Dilihat Secara Menyeluruh
Sorotan publik juga muncul akibat perbandingan antar pos belanja, di mana anggaran perlengkapan terlihat cukup besar dibandingkan dengan komponen lain seperti makanan.