DINAMIKA NEWS – Ketua Gerakan Mahasiswa Kosgoro (Gema Kosgoro), Agus Syafrudin, menyampaikan kecaman keras terhadap dugaan aksi teror berupa penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Agus menilai insiden tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan bentuk ancaman serius terhadap kebebasan sipil dan ruang demokrasi di Indonesia. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai upaya menakut-nakuti aktivis yang selama ini aktif mengawal isu hak asasi manusia serta mengkritisi kebijakan publik.

“Peristiwa ini menunjukkan adanya intimidasi terhadap masyarakat sipil. Jika dibiarkan, hal ini bisa menjadi ancaman bagi kebebasan menyampaikan pendapat,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Ia meminta aparat penegak hukum segera mengusut secara menyeluruh peristiwa tersebut dan tidak berhenti hanya pada pelaku lapangan. Menurutnya, penting bagi kepolisian untuk mengungkap pihak yang berada di balik dugaan teror tersebut.

Selain proses hukum, Agus juga menekankan pentingnya perlindungan negara terhadap korban. Ia mendorong pemerintah untuk memastikan keselamatan Andrie Yunus melalui mekanisme perlindungan yang tersedia, termasuk program yang dijalankan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Negara harus hadir memberikan jaminan keamanan bagi aktivis yang memperjuangkan kepentingan publik. Keselamatan Andrie Yunus harus menjadi perhatian utama,” katanya.

Agus menilai Andrie Yunus dikenal luas sebagai aktivis yang aktif menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan negara yang dianggap berpotensi melemahkan demokrasi. Salah satu aksi yang sempat menyedot perhatian publik adalah ketika Andrie bersama sejumlah aktivis masyarakat sipil mendatangi rapat pembahasan revisi RUU TNI antara DPR RI dan Kementerian Pertahanan yang digelar di sebuah hotel di Jakarta.

Pertemuan tersebut menuai sorotan karena dianggap kurang transparan dan dinilai membuka kemungkinan perluasan kewenangan bagi Tentara Nasional Indonesia.

Bagi Gema Kosgoro, dugaan teror terhadap Andrie Yunus harus menjadi peringatan bagi negara untuk lebih serius menjamin keamanan para aktivis serta menjaga iklim demokrasi tetap sehat.