BANDUNG - Kemunculan simulasi visual bencana alam berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi sorotan publik setelah beredarnya video deepfake longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Meski video tersebut sempat viral di media sosial TikTok dan Facebook sebagai informasi longsor susulan pasca kejadian di Desa Pasirlangu, tim SAR dan otoritas terkait memastikan bahwa rekaman tersebut bukan kejadian nyata melainkan hasil rekayasa teknologi.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Edi Slameto, menjelaskan bahwa peristiwa longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu dipicu oleh kombinasi berbagai faktor teknis di lapangan. Kondisi geologis dan lingkungan di wilayah Bandung Utara menjadi alasan utama tingginya kerentanan bencana di daerah tersebut.

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) kini mampu menghasilkan simulasi visual bencana alam yang tampak sangat realistis, termasuk longsor akibat hujan deras, gempa bumi, hingga aktivitas vulkanik.

Fenomena ini mencuri perhatian publik setelah beredarnya video simulasi AI longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pasca peristiwa longsor di Desa Pasirlangu.

Video yang viral di TikTok dan Facebook sempat diklaim sebagai longsor susulan. Namun, tim SAR dan otoritas terkait memastikan rekaman tersebut bukan kejadian nyata, melainkan hasil rekayasa visual berbasis AI deepfake.

Meski menimbulkan kebingungan, teknologi ini dinilai berpotensi besar sebagai alat edukasi mitigasi bencana bila digunakan secara bertanggung jawab.


AI dan Potensi Edukasi Mitigasi

• Simulasi AI mampu menggambarkan runtuhan tanah secara detail, mulai dari pemicu curah hujan ekstrem hingga getaran gempa.
• Teknologi ini ideal untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang risiko bencana dan langkah mitigasi.
• Pakar mengingatkan agar simulasi tidak digunakan tanpa konteks, karena dapat memicu misinformasi.
• Pemanfaatan AI lebih tepat untuk edukasi publik, seperti visualisasi peta bahaya longsor global yang dikembangkan lembaga internasional.

PVMBG: Longsor Cisarua Multifaktor