BOGOR, wwb.co.id – Seorang ahli sekaligus veteran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Rahmat Iskandar, mengungkapkan fakta keberadaan tiga bunker di lahan eks Bank Mandiri yang kini menjadi perbincangan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya pada Sabtu (22/11/2025).
Menurut Rahmat, di kawasan tersebut terdapat tiga bunker peninggalan masa perang. Dua bunker dalam kondisi utuh dan telah menjadi objek kajian serta ekskavasi oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional pada tahun 2009, di bawah pimpinan Prof. Riset Maria Naniek Harkantiningsih.
“Di lahan eks Bank Mandiri sebenarnya ada tiga bunker. Dua bunker masih utuh dan pernah dikaji serta diekskavasi oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional pada tahun 2009,” jelas Rahmat.
Ia menambahkan, satu bunker lainnya berada di area dekat Situs Sumur 7. Namun, kondisi bangunannya saat ini telah rusak berat sehingga tidak lagi memungkinkan dilakukan penelusuran mengenai tinggi maupun dimensi struktur secara menyeluruh.
“Bunker ketiga yang berada dekat kawasan Sumur 7 kondisinya sudah rusak parah dan tidak mungkin lagi dilakukan pengukuran maupun kajian mendalam,” ungkapnya.
Sementara itu, dikutip dari mengutip dari salah satu media, tokoh masyarakat Bogor Selatan Jajang Suherman menyampaikan pandangan berbeda. Ia menegaskan bahwa selama tinggal dan mengabdi di wilayah tersebut—termasuk saat menjabat sebagai Ketua RT, RW, hingga LPM—tidak pernah mengetahui adanya tiga bunker maupun keberadaan Sumur 7.
“Saya lahir, besar, dan pernah menjadi ketua RT, RW, serta LPM di sini. Tidak pernah ada tiga bunker, dan tidak pernah ada Sumur 7,” tegas Jajang.
Di sisi lain, saat BRIN melakukan kunjungan lapangan ke kawasan tersebut, tim menemukan sisa-sisa reruntuhan bunker ketiga. Yang masih terlihat hanya bagian pondasinya, terletak di dekat sebuah rumah kosong dan pohon kelapa.
Hasil temuan ini semakin menambah perbedaan persepsi di tengah masyarakat terkait keberadaan situs sejarah di kawasan lahan eks Bank Mandiri tersebut.