KAB.BOGOR, WWB.CO.ID – Pejalan kaki yang kerap menggunakan trotoar dikawasan puncak Cipayung Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor mengeluh Jalan pedestarian tersebut rusak amblas dan tembok penahan tebing (TPT) drainase itu miring.

Muhammad Dika, salah satu warga Megamendung puncak mengatakan, dikhawatirkan kawasan jalan tersebut membahayakan korban yang melintas pejalan kaki.

Menurut Dika, selain rusak Jalan trotoar ini tidak optimal sudah miring penahan tembok tersebut dan bolong hingga amblas kontur tanahnya turun.

“Kami sebagai pejalan kaki berhati-hati lewati jalan itu apalagi kalo sudah hujan itu tembok terkikis dan paving block trotoar semakin menurun dikhawatirkan akan makan korban,” ungkapnya.

Hal sama dikatakan Abdul Aziz warga Cipayung puncak menuturkan, dirinya kerap melintasi jalan kaki trotoar itu setiap hari pulang kerja, seharusnya pemerintah memperhatikan jalan trotoar agar jalan itu dirawat dan ditata agar terlihat nyaman.

“Jalan trotoar Cipayung puncak KM 70 ini sekitar panjang 50 meter ini terlihat mengerikan sudah temboknya penahannya miring serta amblas paving block nya juga  menurun,” ungkapnya.

Hingga kini belum ada perbaikan dari pemerintah padahal sudah lama jalan trotoar itu sering dilintasi pejalan kaki, terlihat tembok penahan tebing itu miring seperti mau roboh,” tandasnya.