KAB.BOGOR, WWB.CO.ID – Warga Kp Geblug, RT 04/01, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor harus rela menelan pil pahit diduga akibat dari pengembang pembangunan diwilayahnya yang saat ini tengah melakukan Cut and Fill.
Warga yang selama ini berpenghasilan dari budidaya ikan selama bertahun-tahun harus musnah karena rusaknya drainase dan mata air diduga imbas dari pembangunan.
Diduga imbas dari adanya pekerjaan cut and fill warga harus menanggung kerugian karena gagal panen dan tidak bisa meneruskan usahanya kembali dikarenakan mata air yang menjadi sumber kehidupan ternak ikan as’at akibat pengurukan.
“Sudah satu tahun lebih saya tidak bisa berternak ikan karena imbas dari pada penutupan irigasi yang dilakukan pengembang,” ungkap Dade salah satu petani ikan asal Kp Geblug ini ketika ditemui di Kediamannya, Kamis (14/9/23).
Dade mengaku jika dihitung dari penghasilan panen ikan pertiga bulan dalam satu tahun ini bisa sampai 2-3 kuintal per-satu kali panen Rp 15 juta hingga 20 juta.
“Saya sudah rugi banyak, dalam satu tahun saya tiga kali panen. Ikan yang kemarin saja hanya bisa diambil sebanyak 30 kg, ditambah saat ini saya sudah tidak berpenghasilan karena airnya tidak lagi bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan,” jelasnya.
Dade juga mengaku sampai saat ini, belum menerima kompensasi dari pihak manapun terutama dari pengembang yang saat ini melakukan cut and fill.
“Dulu memang pernah ada yang datang katanya mau ngasih kompensasi sebesar Rp 10 juta. Namun saya tolak, saya bilang tidak apa-apa Rp 15 juta meskipun harus rugi, akan tetapi dari pengembang tidak ada kelanjutan,” katanya.
Kemudian lanjutnya, selang beberapa lama dirinya kembali bertemu dengan salah satu perwakilan dari perusahaan dan mau memberikan kompensasi Rp 10 juta.
