JAKARTA - Seruan agar Indonesia keluar dari forum internasional Board of Peace kembali mencuat setelah sebuah video di TikTok menjadi viral. Video itu menampilkan Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, yang menyerukan agar Indonesia tidak lagi terlibat dalam forum yang disebut-sebut berhubungan dengan inisiatif politik luar negeri mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Unggahan tersebut segera menyebar luas, memicu perdebatan di media sosial, dan melahirkan berbagai tagar yang mempertanyakan posisi Indonesia dalam forum perdamaian global.
Pemerintah menanggapi kontroversi ini dengan menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace justru merupakan bagian dari strategi diplomasi untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Melalui Kantor Staf Presiden, pemerintah menyampaikan bahwa posisi Indonesia tetap konsisten mendukung solusi damai dan hak rakyat Palestina. Keterlibatan Indonesia, menurut KSP, memberi ruang untuk menyuarakan kepentingan rakyat Palestina dalam setiap agenda perdamaian yang dibahas.
Forum Board of Peace sendiri tengah membicarakan sejumlah dokumen penting, termasuk rencana perdamaian Gaza. Di dalamnya terdapat poin-poin yang mendorong pembentukan pemerintahan transisi Palestina, menegaskan solusi dua negara, menolak pendudukan permanen di Gaza, serta menekankan perlindungan warga sipil dan pembangunan kembali wilayah konflik. Pemerintah menilai partisipasi Indonesia penting agar proses rekonstruksi dan perdamaian tetap berpihak pada rakyat Palestina.
Pengamat menilai langkah Indonesia bergabung dalam forum semacam ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif. Sebagai negara yang sejak lama mendukung kemerdekaan Palestina, Indonesia berusaha memastikan bahwa setiap proses diplomasi internasional tidak mengabaikan prinsip keadilan dan hak penentuan nasib sendiri. Presiden Prabowo Subianto pun menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional akan selalu dievaluasi, dan tidak akan ragu untuk mengambil langkah diplomatik bila forum tersebut tidak lagi sejalan dengan prinsip keadilan.
Perdebatan yang ramai di media sosial menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap isu kebijakan luar negeri dan konflik Timur Tengah. Pemerintah menilai momentum ini penting untuk meningkatkan literasi publik mengenai diplomasi internasional. Keterlibatan Indonesia dalam berbagai forum global bukan berarti mengikuti kepentingan negara tertentu, melainkan bagian dari upaya memperjuangkan nilai-nilai perdamaian dan keadilan dunia. Dengan reputasi sebagai negara yang konsisten mendukung Palestina, Indonesia berupaya memainkan peran aktif dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai.*