KAB BOGOR, WWB.CO.ID – Salah seorang pendaki bernama Rian Ardiansyah (20) warga asal Kampung Dukuh Jawa, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor terpaksa di evakuasi oleh Tim Gabungan Relawan Gunung Salak (RGS) saat tracking di kawasan Gunung Salak bersama keempat temannya.

Kelima pemuda itu, mendaki pada hari Sabtu, (03/12/22) via Gunung Bunder. Salah satu dari pemuda itu mengalami cedera lutut saat melakukan tracking.

Kepala Resort Wilayah Gunung Salak 2 TNGHS, Sukiman memaparkan, setelah mendapatkan informasi bahwa adanya pendaki yang mengalami cedera saat melakukan pendakian, ia langsung menugaskan para relawan dan tim evakuasi yang disebut Tim Gabungan Relawan Gunung Salak (RGS) untuk melakukan suplai logistik.

“Jadi setelah mendapatkan informasi mereka para pendaki berada di pos lima dengan ketinggian 1700 MDPL. Kami perintahkan salah satu tim evakuasi mendrop logistik ke lokasi, jangan sampai korban bersama tim yang menemani di atas itu drop,” katanya.

Sukiman menjelaskan, tim evakuasi sempat mengalami kesulitan saat melakukan evakuasi. Dikarenakan medan yang sangat terjal, curam dan kondisi hujan.

“Jadi medannya itu sangat terjal dan kondisi teman temannya pada saat itu sudah drop kebetulan cuaca hujan. Posisi korban sudah di ketahui, cuma kita bagaimana menggendong untuk turun kebawah, soalnya yang cidera itu berbadan gemuk,” katanya.

Sukiman menjelaskan, setelah briefing pada Rabu (07/12/22) malam bersama para relawan untuk menargetkan hari Kamis korban cedera sudah diharuskan turun. Jika terlalu lama di atas dengan kondisi hujan, kata Sukiman bisa mempengaruhi kondisi fisik para pendaki. Dengan itu pihaknya pada hari Kamis sekitar pukul 06.00 WIB beberapa tim evakuasi turut membantu untuk menurunkan korban dengan cara di papah.

Akhirnya dengan perjuangan Tim Gabungan Relawan Gunung Salak (RGS) evakuasi berhasil dilakukan pada Kamis sekitar pukul 14.30 WIB.

“Kenapa agak lama si evakuasi? di karenakan korban ini susah di tandu, susah di gendong dengan kondisi yang terjal. Akhirnya korban di papah memegang pundak salah satu tim evakuasi. Alhamdulillah sebelum maghrib tadi jam 14.30 mereka sudah sampai. Dan pihak keluarga korban sudah menunggu di posko,” paparnya.