KAB.BOGOR – Pasca terjadi hujan es dan angin puting beliung yang melanda Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, pada Senin sore (28/10) menyisakan persoalan baru seperti yang di rasakan Ropik(48) warga Kampung Babakan RT01/02, Desa Tarikolot.

Ropik menceritakan kelelahannya untuk membersihkan rumpun bambu yang rubuh diterjang angin 3 hari yang lalu.

“Tiap hari saya memotong bambu yang rubuh dan menimpa kontrakan, namun karena banyaknya bambu dalam satu rumpun dan keterbatasan bantuan tenaga dari warga jadi hingga saat ini belum terselesaikan,” keluhnya.

Ia merasa kurangnya perhatian dari pemerintah untuk membantu evakuasi rumpun bambu tersebut.

“iya untuk untuk menggergaji bambu satu persatu, namun saya masih bingung tempat pembuangannya, karena kalau dibakar disini takut berbahaya soalnya rapat rumah-rumah warga,” ujarnya.

Dengan belum terevakuasi rumpun bambu, Ropik dan keluarga mengalami gatal-gatal akibat lugut bambu atau bulu bambu.

“iya semenjak rubuhnya bambu dan belum terevakuasi saya dan keluarga merasa gatal-gatal dan yang terparah anak saya yang paling kecil kalau malam tidak bisa tidur,” tuturnya.

Ropik berharap kepada pemerintah dan warga untuk dapat membantu guna mempercepat evakuasi bambu yang sudah rubuh tiga hari yang lalu.

“Kalau diminta data dan foto banyak yang sudah datang, namun hingga saat ini belum ada bantuan yang turun. Semoga ada perhatian dari pemerintah untuk memberikan bantuan tenaga dan kendaraan guna mengevakuasi pohon bambu ini,” harapnya.