Bogor - Pemerintah Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor menyampaikan laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Semester I Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa kepada masyarakat. Laporan ini menggambarkan capaian pendapatan, realisasi belanja, serta kondisi keuangan desa hingga pertengahan tahun.
Pada sisi pendapatan, desa menganggarkan sebesar Rp4.013.711.146. Hingga Semester I, pendapatan yang berhasil direalisasikan mencapai Rp1.658.163.543 atau sekitar 41,31%, dengan sisa pendapatan yang belum terealisasi sebesar Rp2.355.547.613.
Beberapa sumber pendapatan telah terealisasi sepenuhnya, antara lain Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp7.000.000, Dana Desa sebesar Rp373.456.000, serta Pendapatan Lain-lain dari pengembalian belanja tahun sebelumnya sebesar Rp35.896.000. Selain itu, pendapatan dari bunga bank tercatat sebesar Rp485.825. Sementara itu, realisasi Bagi Hasil Pajak dan Retribusi mencapai Rp582.103.382, sedangkan Alokasi Dana Desa (ADD) terealisasi sebesar Rp659.222.336. Adapun Bantuan Keuangan Provinsi dan Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota masih menunggu proses pencairan sehingga belum terealisasi pada Semester I.
Di sisi belanja, Pemerintah Desa mengalokasikan anggaran sebesar Rp4.054.776.535. Hingga Semester I, realisasi belanja mencapai Rp1.197.234.463 atau sekitar 29,53%, dengan sisa anggaran sebesar Rp2.857.542.072 yang akan dimanfaatkan untuk pelaksanaan program pada Semester II.
Realisasi belanja tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program prioritas, meliputi:
- Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa sebesar Rp790.371.354.
- Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa sebesar Rp289.388.109.
- Bidang Pembinaan Kemasyarakatan sebesar Rp95.875.000.
- Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat, dan Mendesak Desa sebesar Rp21.600.000.
Sementara itu, Bidang Pemberdayaan Masyarakat yang dianggarkan sebesar Rp140.800.000 belum direalisasikan pada Semester I dan akan dilaksanakan sesuai jadwal pada Semester II.
Berdasarkan realisasi hingga Semester I, kondisi keuangan desa menunjukkan surplus sebesar Rp460.929.080, yang mencerminkan bahwa pendapatan yang telah diterima masih lebih besar dibandingkan belanja yang telah dikeluarkan pada periode tersebut.
Pemerintah Desa menegaskan komitmennya untuk terus mengelola keuangan desa secara transparan, akuntabel, efektif, dan tepat sasaran. Seluruh sisa anggaran akan dimanfaatkan secara optimal pada Semester II guna mendukung pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa. (Ran)