JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) resmi menghadirkan kembali Semen Kujang, merek legendaris yang pernah menjadi ikon industri semen di Jawa Barat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat penetrasi pasar di Jawa Barat melalui perpaduan nilai sejarah (local heritage) dan inovasi teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan masa kini.
Peluncuran kembali Semen Kujang dilakukan dalam konferensi pers di Bandung, Rabu (5/8/2026). Produk tersebut hadir dengan wajah baru, kualitas premium, serta teknologi yang diklaim mampu menghasilkan bangunan lebih kokoh dan tahan lama.
Semen Kujang memiliki sejarah panjang sebagai produk semen pertama di Jawa Barat. Merek ini mulai diproduksi pada 1975 setelah berdirinya PT Semen Cibinong yang dibentuk pada 1971 oleh PT Semen Gresik (Persero) bersama Gypsum Carrier dan Bamerical International Financial Corporation.
Pabrik Semen Cibinong yang berlokasi di Narogong, Jawa Barat, mulai dibangun pada 1973 dan diresmikan Presiden Soeharto pada 1975 dengan kapasitas produksi awal 600.000 ton per tahun. Dua tahun kemudian, tepatnya Agustus 1977, PT Semen Cibinong menjadi perusahaan pertama yang melantai di bursa saham setelah pasar modal Indonesia kembali diaktifkan.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan peluncuran kembali Semen Kujang merupakan bagian dari transformasi perusahaan untuk menghadirkan solusi bahan bangunan yang inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi SIG di pasar Jawa Barat.
"Semen Kujang merupakan local heritage yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan Jawa Barat. Peluncuran kembali Semen Kujang juga sejalan dengan strategi transformasi SIG untuk terus menghadirkan solusi bahan bangunan yang inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jawa Barat serta memperkuat daya saing industri bahan bangunan nasional," ujar Indrieffouny.
Semen Kujang diproduksi oleh anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, di Pabrik Narogong, Jawa Barat. Produk ini merupakan semen tipe Portland Composite Cement (PCC) yang telah memenuhi standar SNI 7064:2022.
Produk tersebut juga dibekali teknologi Active Micro Particle, yakni inovasi butiran mikro yang dirancang untuk mengisi rongga material secara lebih optimal sehingga menghasilkan struktur bangunan yang lebih padat, kuat, dan memiliki daya tahan lebih baik.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menjelaskan teknologi tersebut memberikan tiga keunggulan utama, yakni daya rekat yang lebih kuat, hasil finishing yang lebih halus, serta kualitas pengecoran yang lebih padat.