DINAMIKA NEWS — Kinerja Bagian Hukum dan HAM Sekretariat Daerah Kota Bogor mendapat sorotan positif dari tokoh masyarakat, Abah Tataros. Menurutnya, kerja “senyap” yang dilakukan bukan berarti tanpa pergerakan, melainkan bentuk dedikasi yang tidak membutuhkan sorotan, namun menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Senyap bukan berarti diam. Senyap itu tanda kerja yang tidak butuh sorot kamera. Tidak gaduh di media, tapi serius di meja kerja,” ujar Abah Tataros, Minggu (3/5/2026).

Ia menegaskan bahwa Bagian Hukum dan HAM memiliki peran krusial dalam meneliti setiap pasal, mengawal setiap aturan, serta memastikan keadilan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang rentan.

Dengan prinsip “senyap dalam langkah, pasti dalam bekerja”, Bagian Hukum dan HAM menjadi fondasi penting dalam pembangunan Kota Bogor. Abah Tataros mengibaratkan hukum sebagai pondasi bangunan jika rapuh, maka seluruh sistem akan runtuh, seberapa megah pun tampaknya.

Ia memaparkan tiga peran utama yang dijalankan secara konsisten. Pertama, memastikan setiap Peraturan Daerah (Perda) tidak menindas rakyat kecil. Hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Kedua, menjaga Hak Asasi Manusia (HAM), termasuk melindungi kelompok rentan seperti masyarakat miskin, difabel, perempuan, dan anak-anak agar mendapatkan keadilan yang setara. Ketiga, mendorong kebijakan yang bersih dari praktik mafia anggaran, mafia tanah, maupun mafia perizinan.

Lebih lanjut, Abah Tataros menekankan bahwa kemajuan kota tidak semata diukur dari pembangunan fisik seperti gedung megah dan infrastruktur jalan. Kemajuan sejati, katanya, adalah ketika kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan kualitas hidup meningkat.

“Anak-anak tercukupi gizinya, ibu tidak cemas dengan harga kebutuhan pokok, bapak punya pekerjaan yang halal. Warga merasa aman untuk melapor, nyaman berusaha, dan damai dalam kehidupan sosial. Itu semua buah dari hukum yang ditegakkan dan HAM yang dijaga,” jelasnya.

Ia juga menyinggung pentingnya menjadikan Bale Badami sebagai rumah besar rakyat yang berpihak pada keadilan. Dalam hal ini, Bagian Hukum dan HAM berperan sebagai tiang penyangga utama yang menjaga arah kebijakan tetap berpihak kepada masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Abah Tataros memberikan pesan penuh makna kepada seluruh jajaran Bagian Hukum dan HAM untuk terus istiqomah dalam menjalankan tugasnya.