Jakarta, wwb.co.id — Sejumlah ulama dan tokoh nasional berkumpul dalam sebuah pertemuan di Sofyan Hotel, Jakarta, untuk mendeklarasikan penolakan terhadap organisasi besutan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Board of Peace (BoP). Dalam kesempatan tersebut, mereka juga mendesak Pemerintah Indonesia untuk menarik diri dari organisasi tersebut, Selasa (3/2/2026).
Dalam pertemuan itu, para ulama dan tokoh nasional menyepakati tujuh poin pernyataan sikap yang menegaskan penolakan terhadap BoP, yakni:
Menolak dengan tegas keberadaan dan legitimasi Board of Peace (BoP) besutan Trump dalam bentuk dan skema apa pun.
Menolak segala upaya normalisasi penjajahan, genosida, dan kezaliman global yang dibungkus atas nama perdamaian.
Menuntut keadilan sejati bagi Palestina, mendukung kemerdekaan hakiki bangsa Palestina serta pembebasan Masjid Al-Aqsha secara mutlak tanpa standar ganda, termasuk penghentian agresi Israel.
Mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk menarik diri dari Board of Peace besutan Trump serta berdiri konsisten pada amanat konstitusi yang menentang penjajahan di atas dunia, dengan mengambil posisi politik luar negeri yang tegas, bermartabat, dan berpihak pada keadilan global.
Mengajak seluruh elemen umat Islam, rakyat Indonesia, dan kekuatan moral dunia untuk waspada terhadap proyek-proyek global berlabel perdamaian yang menyembunyikan agenda penjajahan baru.
Membangun koridor kemanusiaan permanen melalui hubungan bilateral Republik Indonesia dengan Yordania dan Mesir.
Menuntut Pemerintah Indonesia, bersama negara-negara Muslim lainnya, untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina dengan melibatkan aspirasi seluruh faksi pejuang Palestina.