KOTA BOGOR, WWB.CO.ID – Sebanyak seratus pengusaha yang tergabung dalam asosiasi – asosiasi pengusaha jasa konstruksi Kota Bogor menggelar aksi demonstrasi di dua lokasi yaitu di DPRD Kota Bogor dan di Balai Kota Bogor, Selasa (20/12/22).

Dalam aksinya para pendemo menuntut agar tidak ada lagi oknum anggota DPRD Kota Bogor yang cawe – cawe dalam proyek pekerjaan pokok – pokok pikiran (Pokir).

Dalam orasinya, Ketua Aspeknas Kota Bogor Felix Martha menyampaikan, bahwa selama ini pengusaha – pengusaha yang tergabung dalam asosiasi jasa konstruksi merasa tidak pernah dilibatkan partisipasinya dalam proyek pekerjaan pokok – pokok pikiran atau Pokir, sehingga muncul dugaan bahwa ada oknum anggota DPRD Kota Bogor yang bermain dalam proyek Pokir ini dengan berperan sebagai pengepul pokir.

Tentu saja hal tersebut menimbulkan persoalan yang pada akhirnya masyarakat yang dirugikan karena tidak dapat menikmati hasil pembangunan yang berkualitas.

“Kita disini para asosiasi melakukan pengawasan terhadap proses berjalannya pembangunan di Kota Bogor, dan yang bertanggung jawab, kan sesuai dengan nomenklatur kan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor,” kata Ketua Aspeknas Kota Bogor, Felix Martha disela – sela aksi.

Anggota komisi III DPRD Kota Bogor Adityawarman
yang mendatangi massa aksi, ia menyampaikan, bahwa pihak DPRD Kota Bogor akan segera memanggil pihak dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk berkordinasi dan mencoba menyelesaikan polemik yang hari ini menjadi tuntutan massa aksi.

Sementara itu di Balaikota Bogor massa aksi menuntut agar walikota dan wakil walikota bogor untuk mencopot Kadis PUPR Kota Bogor.

Bagus Maulana menurutkan, sangat tidak wajar untuk seorang pejabat menduduki jabatannya hampir selama 7 tahun lamanya. Kadis PUPR Kota Bogor sendiri dinilai selama ini bersikap arogan dan angkuh karena tidak pernah mau menerima ajakan berkomunikasi dengan pengusaha – pengusaha di Kota Bogor.

“Padahal Wakil Walikota Bogor saja sudah berkali – kali menerima audiensi dari para pengusaha di Kota Bogor untuk menyampaikan aspirasi dan keluh kesahnya,” ucapnya.