DINAMIKA NEWS – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor kembali melanjutkan program Safari Jurnalis 2026. Memasuki pelaksanaan yang keempat, kegiatan tersebut digelar di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (10/6/2026), dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan setempat.

Kegiatan ini dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cisarua, pengurus Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (ABDESI), organisasi kepemudaan, serta para wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Bogor.

Ketua PWI Kabupaten Bogor, Dedy Firdaus, menjelaskan bahwa Safari Jurnalis merupakan agenda rutin yang dirancang untuk mendekatkan insan pers dengan masyarakat sekaligus memberikan pemahaman tentang dunia jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital.

Menurut Dedy, program tersebut menjadi wadah berbagi pengetahuan mengenai prinsip-prinsip jurnalistik, etika dalam menggunakan media sosial, hingga pentingnya menyampaikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Safari Jurnalis ini sudah memasuki putaran keempat pada tahun 2026. Sebelumnya, kegiatan serupa telah kami laksanakan di Kecamatan Sukajaya. Kami ingin masyarakat semakin memahami peran pers dan mampu menyikapi informasi dengan bijaksana," ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat saat ini dituntut lebih kritis dalam menerima berbagai informasi yang beredar, khususnya di media sosial. Karena itu, edukasi mengenai literasi digital menjadi hal yang sangat penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh maupun ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Sementara itu, Camat Cisarua, Heri Risnandar, menyambut baik pelaksanaan Safari Jurnalis di wilayahnya. Ia mengapresiasi langkah PWI Kabupaten Bogor yang dinilai turut membantu meningkatkan wawasan masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai dunia pers dan penggunaan media digital secara bertanggung jawab.

"Kami berterima kasih kepada PWI Kabupaten Bogor karena telah memilih Kecamatan Cisarua sebagai lokasi kegiatan. Ini menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk memperoleh pengetahuan langsung tentang jurnalistik dan literasi digital," kata Heri.

Ia berharap materi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk lebih selektif dalam menyaring informasi, serta memahami dampak dari penyebaran berita yang tidak benar.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, insan pers, dan masyarakat perlu terus diperkuat guna menciptakan ruang informasi yang sehat, edukatif, dan terpercaya.