KAB. BOGOR, WWB.CO.ID – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) melalui konversi sampah menjadi refuse-derived fuel (RDF) turut berpartisipasi dalam mengatasi persoalan sampah.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, peran aktif seluruh kalangan diperlukan untuk mengatasi persoalan-persoalan sampah tersebut.

“Pada 2022 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat ada 12,362 juta ton sampah yang tidak terkelola, sehingga perlu peran aktif seluruh kalangan untuk membantu mengatasi persoalan ini,’ terang Vita Mahreyni dalam kunjungan forum wartawan BUMN di Pabrik Narogong, Rabu (16/8/23).

Ia menilai, pemanfaatan RDF merupakan salah satu inisiatif strategis Perlindungan Terhadap Lingkungan dalam Sustainability Road Map SIG dan mendukung Perusahaan mencapai target penurunan emisi karbondioksida (CO2).

“Pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif telah diterapkan oleh anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) di Pabrik Narogong dan Pabrik Cilacap,” terangnya.

Sejak tahun 2020 hingga 2022 lanjutnya, total pemanfaatan RDF di dua pabrik tersebut telah mencapai 76 ribu ton yang berasal dari TPST Bantargebang, RDF Plant Jeruklegi Cilacap dan TPST Wangon Banyumas.

Di Kabupaten Cilacap kata dia, SBI tidak hanya memanfaatkan RDF hasil produksi RDF Plant Jeruklegi milik Pemkab Cilacap, tetapi juga menjadi inisiator sekaligus operator fasilitas RDF pertama di Indonesia.

Sejak diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan pada 21 Juli 2020, fasilitas RDF Cilacap kini mampu mengolah 160 ton sampah per hari untuk menghasilkan sekitar 70 ton RDF per hari. Jumlah ini berpotensi menggantikan 40 ton batu bara per hari.

“Pengelolaan sampah secara berkelanjutan merupakan upaya SIG dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus memberikan manfaat ekonomi. Melalui pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif, ketergantungan pada sumber energi fosil dapat ditekan, sumber daya alam dapat dilestarikan dan emisi gas karbon dapat diturunkan,” tuturnya.