Hal itu disampaikan Burhannudin saat memimpin rapat dengan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, di Ruang Rapat Wakil Bupati, Rabu (28/4/21).Â
Karena, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijurey di Kabupaten Bogor di mulai pada 2021.
"Saya minta, progres secara administratifnya sudah sampai dimana, fisiknya dimana, kemudian time line pekerjaannya agar teman-teman bisa mengikuti, karena kalau sudah program strategis nasional, suka atau tidak suka kita harus menyukseskannya," tegasnya.
Menurut Burhanudin, perlu adanya penegasan dan klarifikasi kembali mengenai pembebasan lahan dari PT. agar semuanya paham. Ada PT yang mengaku sudah mendapatkan Surat Perintah Kerja (SPK). Sudah ditegaskan oleh Kepala BBWS Citarum, untuk pembebasan lahan tidak ada SPK kepada PT, semua masih melalui P2T.Â
Hal tersebut, kata dia, harus segera disosialisasikan jangan sampai masyarakat seolah-olah dapat penekanan dan dipaksa. Saat ini masyarakat sedang dalam kondisi perekonomian yang tak menentu, akibat dampak dari pandemi Covid-19. Kasihan harusnya masyarakat dapat manfaat tapi malah mendapatkan sengsara, itu tidak boleh.
"Bupati Bogor sudah siap menyukseskan dan mendukung program ini, hanya Bupati minta juga untuk kepentingan masyarakat, dibangun juga Bendungan Cijurey, karena Bendungan Cijurey itu kebutuhannya untuk wilayah Sukamakmur, Jonggol, Cariu bahkan Tanjungsari dan Pak Menteri sudah setuju," tutur Burhanudin.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BBWS Citarum, Anang Muchlis menjelaskan bahwa, pembangunan ini, tidak benar kalau tidak ada maanfaatnnya untuk masyarakat Kabupaten Bogor.
"Kami upayakan membangun Bendungan Cibeet dan Cijurey bersama-sama, maka mohon dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor untuk manangani permasalahan yang akan muncul," ungkapnya.