Bandung, wwb.co.id - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Perindo Jawa Barat berkolaborasi dengan Lpk Java hospitality school (JHS), memfasilitasi sesi wawancara kerja bagi para siswa program Go Jabar di Kantor DPW Perindo Jabar, Kota Bandung. Pada Minggu, (02/08/2026).

Program Go Jabar berfokus pada pelatihan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar para peserta mampu bersaing di pasar kerja global. Inisiatif ini dirancang sebagai solusi atas tingginya angka pengangguran serta respons terhadap besarnya permintaan tenaga kerja dari luar negeri.

Hingga saat ini, program yang baru berjalan satu bulan tersebut telah mencatatkan sekitar 130 siswa terdaftar.

Menurut Dedy, Wakabid Bidang Tenaga Kerja dan Pengentasan Kemiskinan DPW Partai Perindo Jawa Barat, Sesi wawancara kali ini ditujukan untuk mengisi lowongan pekerjaan di bidang restoran dan kafe atau fast food resto di Negara Saudi Arabia. Proses seleksi dilakukan langsung oleh pihak agensi guna menjaring kandidat potensial dari kalangan muda Jawa Barat.

Deddy, Wakabid Bidang Tenaga Kerja dan Pengentasan Kemiskinan DPW Partai Perindo Jawa Barat

"Betul sekali, seperti yang tadi saya sebutkan dari LPK JHS sudah bekerja sama dengan PT Universal Rekrutmen Agency datang ke Kota Bandung di kantor DPW Jawa Barat untuk mengadakan interview untuk restoran dan kafe di Mekah yang mana ini adalah kesempatan yang baik buat para anak muda dan siswa-siswa Go Jabar untuk mendapatkan kesempatan, mendapatkan peluang tersebut." kata Dedy.

Faktor utama peserta tidak lolos seleksi mencakup keterbatasan kemampuan bahasa Inggris serta kendala batasan usia yang ditetapkan pengguna jasa. Kriteria usia yang diprioritaskan untuk lowongan restoran di Saudi Arabia tersebut berada pada rentang 21 hingga 33 tahun.

"Sebenarnya kriteria yang paling utama yang menjadi kegagalan sebagian besar adalah bahasa Inggris yang kurang, dan kemudian faktor umur yang memang belum memenuhi kriteria mereka." kata Dedy.

Penyelenggara menyiapkan alternatif peluang kerja lain ke negara seperti Malaysia, Brunei, dan Turki bagi peserta yang belum berhasil pada kesempatan kali ini.