KOTA BOGOR,WWB.co.id – Perdebatan sengit terjadi dalam pembahasan RTLH antara Lurah Pasir Jaya dengan Kasi Kemas saat rapat berlangsung, di aula Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (22/12/20).
Kasi Kemes Marya Ningsih mengaku awalnya dirinya merasa tidak dipasilitasi oleh dua orang operator.  “Artinya begini pak, saya merasa tidak di pasilitasi prosedur oleh dua orang operator. Dari bulan Oktober, Nopember, Desember saya sudah memberi tahu kepada operator. “Ini gimana lho operator beritahu Kemas,” ucap Marya Ningsih.
Sementara, kata dia, Jawab operator , ibu pemberkasan saja, nanti saya yang input,” ungkap Marya menirukan operator.
“Tugas saya bukan pemberkasan, saya sebagai Kemas harus punya petugas operator, tupoksi saya bukan untuk memperifikasi pemberkasan dari awal A sampai Z . Keinginan saya itu 1 bendel sudah di perifikasi oleh operator karena itu tugasnya, malah menyuruh saya melakukan pemberkasan,” aku Marya.
Ia mengaku kebingungan harus kemana melakukan pemberkasan. “Saya bingung dong harus kemana.? Saya berfikir harus ke warga ke RT/RW door to door melakukan pemberkasan itu memerlukan waktu cukup lama, sedangkan untuk pelaporan ke Kemas Kota itu tanggal 20/12/20. Saya berpikir berkesimpulan 2 operator kelurahan menolak untuk pemberkasan, kemudian saya berinisiatif mencari operator baru untuk pemberkasan orang miskin, otomatis saya mengambil alih untuk merekrut, dari warga inisiatif warga saya informasikan kepada Kemas Kota  untuk memberikan pelatihan.
Halaman:
M
Penulis: Manan