Jakarta – Dalam beberapa pekan terakhir, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp17.672 per dolar AS menjadi sorotan publik. Kekhawatiran pun muncul, namun pemerintah menegaskan bahwa gejolak ini lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal global, bukan karena melemahnya ekonomi nasional. Menteri Keuangan Purbaya menekankan bahwa kondisi ekonomi Indonesia dan APBN masih aman.
Tekanan global menjadi faktor utama pelemahan rupiah dan IHSG. Menguatnya dolar Amerika Serikat, kenaikan harga minyak dunia, serta meningkatnya tensi geopolitik internasional mendorong investor global melakukan langkah risk-off dengan memindahkan aset ke instrumen safe haven. Dampaknya, pasar negara berkembang termasuk Indonesia ikut tertekan. Pemerintah pun masuk ke pasar obligasi untuk menjaga stabilitas rupiah. Selain itu, keputusan indeks global MSCI yang menghapus sejumlah emiten Indonesia dari daftar turut memicu aksi jual di pasar saham domestik.
Meski demikian, pemerintah menegaskan fundamental ekonomi tetap kuat. APBN dinilai solid dan mampu menjaga stabilitas nasional. Narasi bahwa pelemahan rupiah adalah tanda krisis ditepis dengan penjelasan bahwa kondisi ini hanyalah bagian dari dinamika pasar global. Bank Indonesia juga memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk meredam volatilitas kurs.
Purbaya mengingatkan masyarakat agar tidak panik menghadapi penguatan dolar. Menurutnya, sentimen berlebihan dan aksi spekulatif justru memperburuk keadaan. Fenomena panic buying dolar di media sosial menjadi salah satu faktor tambahan yang menekan rupiah. Pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi kepanikan dan tetap percaya pada kekuatan fundamental ekonomi Indonesia.
Di tengah gejolak global, fokus utama pemerintah dan Bank Indonesia tetap pada stabilitas. Dengan koordinasi fiskal dan moneter yang terukur, serta intervensi berkelanjutan, stabilitas rupiah diharapkan tetap terjaga. Pelemahan IHSG dan rupiah saat ini bukanlah tanda krisis, melainkan cerminan dinamika pasar internasional yang sedang berlangsung.*