Bogor, wwb.co.id -  Forum Koordinasi Pengelolaan Sub DAS Cisadane Hulu (FKPCH) Kabupaten Bogor, Forum Koordinasi Pengelolaan Lingkungan Hidup (FKPPLH) Kabupaten Sukabumi, serta LSM Rekonvasi bhumi menggelar sebuah agenda krusial yakni peningkatan kapasitas  kelompok tani, dengan melakukan pelatihan pembuatan pupuk kompos, pemanfaatan sampah organik, serta pelatihan manajemen administrasi dan keuangan. Di Sekretariat Poktan Mekar Jaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Pada Sabtu, (25/7/2026).

Kelompok tani selama ini dikenal sebagai ujung tombak dalam menjaga kelestarian lingkungan, mengelola daerah aliran sungai (DAS), serta melakukan rehabilitasi lahan kritis. Namun, di balik peran strategis tersebut, berbagai tantangan nyata masih kerap membayangi operasional harian di lapangan.

Berdasarkan kerangka acuan kegiatan yang dihimpun, tantangan utama yang dihadapi para petani meliputi masih terbatasnya pengetahuan teknis mengenai pengelolaan sampah organik dan pemanfaatannya menjadi kompos bernutrisi tinggi. Selain itu, aspek tata kelola administrasi dan transparansi keuangan kelompok seringkali belum berjalan secara optimal. Padahal, kedua elemen tersebut merupakan fondasi mutlak untuk memastikan keberhasilan program konservasi jangka panjang serta kemandirian kelembagaan organisasi.

"Untuk hari ini kebetulan ada peningkatan kapasitas melibatkan beberapa kelompok tani itu dari dua kabupaten, Sukabumi sama Bogor. Kurang lebih kita ada sekitar 14 sampai 15 peserta dari enam kelompok tani" Ujar Andri, Fasilisator acara, menjelaskan agenda kegiatan hari ini.

Ia menuturkan bahwasanya kegiatan ini sangatlah penting untuk para petani, untuk menambah pengetahuan agar kedepanya bisa membuat pupuk organik sendiri tanpa harus lagi bergantung kepada pupuk hasil membeli, serta mendapatkan pelatihan manajemen administrasi juga keuangan kelompok tani.

"Sebenarnya ini sangat penting sekali ya buat para petani, artinya mereka yang notabenenya tidak tahu cara pembuatan pupuk organik itu ya, pupuk kompos. Mereka bisa membuat sendiri. Jadi harapannya tidak bergantung lagi kepada pupuk Koe secara masih mentah gitu. Kalau masih mentah kan jelek sebenarnya digunakan ke tanaman ya. Jadi kalau sudah matang kayak gini kan lebih bagus gitu. Jadi mikrobanya yang baik juga banyak di situ, kemudian mikroba yang jahat-jahatnya bisa tertanggulangi sama dengan kompos ini gitu," Ujarnya.

Program peningkatan kapasitas ini dirancang secara komprehensif dengan memadukan metode pembelajaran teori, praktik lapangan secara langsung, diskusi partisipatif, simulasi, hingga dinamika kelompok.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari penuh, yakni pada 25 hingga 26 Juli 2026.

Peserta yang hadir merupakan perwakilan terpilih dari kelompok tani binaan FKPPLH Kabupaten Sukabumi dan FKPCH Kabupaten Bogor, termasuk di antaranya perwakilan dari Kelompok tani Mekar Jaya , Kelompok Orcid Makmur Sejahtera, serta kelompok-kelompok lainya.