KAB.BOGOR – Para pelaku usaha pariwisata di kawasan Puncak, Bogor, menyambut baik rencana pemerintah untuk memperlebar jalan alternatif guna mengatasi kemacetan.

Pelaku usaha menilai, dengan meningkatnya jumlah wisatawan, pelebaran akses jalan sebagai langkah mendesak yang perlu segera diwujudkan.

Salah satu dukungan datang dari Cisarua Green World Adventure (Cigwa), destinasi wisata terkenal di Desa Sukagalih, Megamendung. Cigwa, yang dikunjungi sekitar 500 wisatawan setiap minggunya, sering kali disebut sebagai salah satu penyebab padatnya jalur alternatif Puncak.

“Jumlah pengunjung kami mencapai 500 orang setiap minggu, baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun bus pariwisata,” ujar Hermes Kelsun, Marketing Communication Cigwa, pada Selasa (10/9/2024).

Hermes mengakui bahwa meski Cigwa telah bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor dan Polsek Megamendung untuk mengatasi masalah ini, lebar jalan yang terbatas masih menjadi penghalang utama.

“Jalan yang sempit adalah masalah utama. Oleh karena itu, kami sangat mendukung rencana pelebaran jalan alternatif di Megamendung ini,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pelebaran jalan tidak hanya akan menguntungkan sektor pariwisata, tetapi juga memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat setempat.

Camat Megamendung, Ridwan, menyatakan bahwa rencana pelebaran jalan, terutama di ruas Jalan Bendungan-Sukabirus dan Gadog-Cikopo Selatan-Cisarua, sudah masuk dalam kajian teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor.

Rencana ini, kata dia, lahir dari banyaknya keluhan masyarakat dan pelaku usaha terkait dampak kemacetan yang memengaruhi perekonomian lokal.