‎KOTA BOGOR, wwb.co.id – Museum Perjuangan Bogor yang berlokasi di jalan Merdeka No.56 Kota Bogor merupakan destinasi wisata edukasi sejarah kemerdekaan Indonesia.

‎Pasalnya, Museum tersebut sebelumnya adalah gudang tentara Jepang pada tahun 1942 sebagai tempat penyimpanan barang-barang interniran Belanda,” ucap Bunyamin kepada wartawan wwb.co.id.

‎Kemudian, museum dia lantai itu, digunakan untuk menyambut dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia oleh Proklamator Sukarno/Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945.

‎”Gedung ini pun dipakai oleh Call Scine Radio RRI Perjuangan Daerah Keresidenan Bogor,” imbuhnya.

‎Lalu pada Tahun 1946, pasukan NICA dan antek -anteknya mengosongkan gedung dan pada tahun 1949 digunakan oleh Pemerintahan Sementara Kabupaten Bogor dan Komando Daerah Militer.
‎Lalu Tahun 1952 sampai Tahun 1958 dipakai sebagai Sekolah Rakyat (SR) Negeri Bogor.

‎Kemudian, Benyamin, oleh pemiliknya yang terakhir Umar Bin Usman Albawahab, tanggal 20 Mei 1958 dihibahkan kepada Museum Perjuangan Bogor yang diresmikan dan dibuka untuk umum oleh Kolonel RA Kosasih, Panglima TT III Siliwangi.

‎”Atas prakarsa Kolonel Oyik Soeroto, sebagai Komandan Korem RES NV 061/SK dibentuk kepengurusan Yayasan Museum Perjuangan, dengan Ketua Letkol. Purn. CPM H Didi Soenardi dan Wakil Letkol Purn R. Soeharjo,” jelasnya.

‎Lebih lanjut Bunyamin mengatakan tujuan didirikannya Museum Perjuangan Bogor, yang pertama adalah untuk mewariskan semangat dan jiwa juang serta nilai -nilai 45 bagi generasi muda.

‎Kedua, untuk melestarikan dan
‎menyimpan benda -benda bersejarah yang digunakan dalam revolusi fisik kemerdekaan pada Tahun 1945 – 1950,” katanya.

‎Koleksi dilantai satu depan Museum terdapat sketsel berisi Bintang segi 5 dikelilingi padi dan kapas yang dibawahnya tertulis Cahaya Dharma.
‎Dan masih dilantai satu, dalam lemari kaca terdapat beragam pistol hasil rampasan disamping senjata mortir dan baju berbercak darah.

‎”Sedangkan disebelah kanan terdapat patung sepotong Kapten TB Muslihat. Kemudian, di lantai dua tersaji Diorama dan vitrin tengah terdapat redaksi media Gelora Rakyat dan Buitenzorg Dagblad,” papar Benyamin.

‎(Hirawan)