DINAMIKA NEWS -- Museum Pajajaran di Batutulis, Bogor, bersiap menjadi pusat informasi sejarah modern yang terintegrasi, sekaligus penggerak ekonomi lokal. Sinergi pemerintah pusat, Provinsi Jawa Barat, dan Kota Bogor menjadi kunci transformasi ini.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan bahwa proyek ini merupakan instruksi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan pendanaan awal sekitar Rp16 miliar.

“Kami memberikan dukungan penuh. Tim teknis sudah turun untuk menyusun perencanaan Museum Pajajaran dengan estimasi anggaran sekitar Rp16 miliar. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya 'luar biasa' untuk menjaga ruh sejarah leluhur agar tetap hidup bagi generasi mendatang,” ujar Herman, Rabu (31/12).

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menekankan pentingnya konten museum. Kementerian Kebudayaan akan terlibat langsung dalam kurasi museum.

“Bangunan yang megah harus diimbangi dengan storyline dan tata pamer yang kuat. Kami akan membantu menyusun narasi sejarah agar pengunjung mendapatkan pengalaman edukasi yang mendalam. Kami juga membuka ruang bagi sejarawan, arkeolog, komunitas, hingga pihak swasta untuk berkolaborasi,” jelas Fadli.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut baik sinergi ini dan memproyeksikan Museum Pajajaran sebagai penggerak ekonomi lokal.

“Nantinya, kawasan ini akan menjadi magnet wisata baru. Kita bicara tentang potensi munculnya UMKM baru, mulai dari pusat suvenir khas Bogor, wisata kuliner, hingga kafe yang mampu menyerap tenaga kerja. Orang datang ke Bogor tidak hanya untuk jalan-jalan, tapi pulang membawa ilmu sejarah,” pungkas Dedie.*