BOGOR, DINAMIKA NEWS – Memasuki hari keempat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SDN Ciluar 2 Kota Bogor menghadirkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor untuk memberikan edukasi kepada para siswa baru, Senin (20/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk karakter peserta didik sejak awal masuk sekolah, tidak hanya melalui pengenalan lingkungan belajar, tetapi juga dengan membekali mereka pemahaman tentang perlindungan anak, pencegahan perundungan (bullying), serta pentingnya keselamatan diri.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DP3A Kota Bogor, Ahadiat Prihatna, dan Dansek Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, M. Royani, yang secara langsung menyampaikan materi kepada para siswa.
Dalam sesi yang disampaikan DP3A, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai hak-hak anak, pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak, serta cara mencegah berbagai bentuk perundungan, baik secara fisik, verbal, sosial maupun melalui media digital (cyberbullying).
Kepala DP3A Kota Bogor, Ahadiat Prihatna, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman bagi seluruh peserta didik.
"Kami hadir di SDN Ciluar 2 untuk mengedukasi anak-anak bahwa sekolah adalah rumah kedua yang harus aman dan nyaman. Mari bersama kita cegah perundungan. Anak-anak harus berani melapor dan saling menghormati. Sinergi sekolah, orang tua, dan pemerintah sangat penting dalam melindungi anak-anak kita," ujarnya.
Menurutnya, sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman seluruh warga sekolah mengenai bahaya bullying, dampaknya terhadap korban, pelaku maupun saksi, sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai, empati, toleransi, dan kepedulian antarsesama.
Selain edukasi perlindungan anak, para siswa juga diajak mengenal profesi pemadam kebakaran melalui kegiatan yang disampaikan Damkar Kota Bogor. Mereka diberikan materi mengenai pencegahan kebakaran, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga simulasi menggunakan mobil pemadam kebakaran.
Antusiasme siswa terlihat saat mereka menyaksikan langsung demonstrasi penyemprotan air menggunakan selang pemadam dan mencoba praktik sederhana di bawah pendampingan petugas Damkar.
