CiANJUR- Miris, dan perlu dibantu, Abah Dadan (70) seorang pejuang kemerdekaan. Kini masih hidup, asal warga Kampung Pasir Kelewih RT 01/10, Desa Wanasari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Beliau (Abah Dadan) salah satu mantan pejuang dari Organisasi Keamanan Desa (OKD) dan Organisasi Pertahanan Rakyat (OPR) saat melawan gerombolan pemberontak DI/TII pada tahun 1958.
Ia bercerita, waktu itu dirinya bergabung dengan TNI, yaitu OPR di bawah Kodam III Siliwangi, bersama Kopral Arifin, untuk mengusir para antek-antek gerombolan pemberontak bersembunyi di hutan-hutan wilayah Cidaun dan Naringgul.
“Ya, beginilah kehidupan saya sekarang ini. Sehari-hari kerja serabutan,” akunya, Jumat (23/10/2020).
Sungguh miris, melihat kondisi kehidupannya, tak luput dari perhatian pemerintah. Dan, kondisi perlu dibantu. Bahkan, penghasilan tidak menetap (kerja) dan rumah tempat tinggalnya juga tidak layak huni (Rutilahu berukuran 4×5 meter, kondisi genting sudah pada bocor, serta dinding bilik sudah bolong-bolong.