WWB.co.id – Kota Bogor yang terus memperbaiki menjadi menjadi Kota Ramah HAM, Keluarga dan Anak, menjadi tantangan yang sangat besar untuk menaikkan menjadi predikat kota toleran.
Banyak lembaga terlibat untuk mewujudkan itu, salah satunya adalah yang dilakukan Metamorfosis sebagai Mitra Utama USAID-MADANI bersama Forbodas telah melakukan berbagai penguatan kapasitas di wilayah permodelan Kelurahan Kerukunan dan Inklusi di 2 Kelurahan yaitu Kelurahan Babakan Pasar dan Kelurahan Katulampa, dalam mendukung visi dan misi Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto.
Selain itu dalam dalam waktu dekat Pemerintah Kota Bogor akan membuat Festival HAM yang pastinya penting sekali adanya contoh-contoh kegiatan toleransi yang sudah dilakukan.
Seperti kegiatan yang baru saja dilakukan pada tanggal, 24, 25 dan 28 Maret 2022, yaitu Monitoring Publik Program Toleransi Masyarakat & Keadilan Gender Kelurahan Katulampa. Tujuan adanya partisipasi dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan dari aspek kepuasan masyarakat, melakukan monitoring program toleransi dan keadilan gender dan membuat rekomendasi kepada pemerintah terkait program yang perlu ditingkatkan di Kelurahan Katulampa dalam menunjang Festival HAM.
Kegiatan langsung difasilitasi oleh Sofia, Direktur Metamorfosis dan Haslindah-Ketua Kopel Kota Bogor. Dalam kesempatan ini Sofia mengatakan pentingnya monitoring menggunakan Instrument Focus Grup Discussion (FGD) Community Score Card (CSC) – Kartu Penilaian Komunitas (KPK) yang sudah dipakai di beberapa Negara salah satunya Indonesia. Alat ini dipakai untuk meningkatkan kolaborasi, transparansi dan akuntabilitas pelayanan public yang diberikan kepada masyarakat. Kegiatan dilakukan dengan 3 (tiga) tahapan dan tiap tahapan menghasilkan skor dan rekomendasi.
×