DINAMIKA NEWS -- Malam Anugerah Jurnalisme Istimewa (AJI) 2025 yang diadakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor telah sukses digelar di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, pada Senin (01/12/25). Acara ini menjadi puncak dari lomba karya tulis jurnalistik, fotografi, dan videografi yang diikuti oleh ribuan peserta dari kalangan pelajar SMA hingga mahasiswa.

PWI Kabupaten Bogor berkolaborasi dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) untuk memastikan kelancaran acara ini. Ketua PWI Kabupaten Bogor, Dedy Firdaus, mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya acara tersebut.

"Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar dan sukses. Mudah-mudahan bisa menghasilkan yang terbaik untuk Kabupaten Bogor," kata Dedy, Senin (01/12/25).

Ia menekankan bahwa lomba jurnalistik ini bertujuan untuk mendidik dan menyiapkan generasi wartawan masa depan. "Kita mengedukasi siswa dan memberikan wadah supaya nantinya lahir wartawan-wartawan yang profesional, berani, dan mampu menyuarakan hal-hal positif di Kabupaten Bogor," jelasnya.

Dedy juga menyoroti tingginya antusiasme peserta yang mengikuti lomba. "Luar biasa, tadi disebutkan oleh ketua panitia, pesertanya ribuan, diseleksi jadi ratusan, lalu menjadi puluhan finalis hingga terpilih juara terbaik," tambahnya.

Ia memastikan bahwa kegiatan ini akan menjadi program berkelanjutan PWI Kabupaten Bogor. "Ini baru pertama kali, insyaallah akan menjadi agenda tahunan PWI Kabupaten Bogor, melihat antusias yang luar biasa," ucapnya.

Dedy juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan jurnalis. "Wajib, tanpa dukungan pemerintah kita tidak bisa apa-apa," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Iman Rahman Hakim, menjelaskan bahwa lomba tahun ini melibatkan peserta dari kalangan pelajar SMA dan mahasiswa. "Materi yang masuk ke kami luar biasa banyak. Selama satu bulan kami sortir menjadi 200 lebih, lalu difinalisasi pada tanggal 25," kata Iman.

Ia menambahkan bahwa proses penjurian dilakukan secara profesional tanpa intervensi dari pihak manapun. "Juara-juara adalah hasil penilaian juri eksternal dari TV One, Berita Satu, bahkan juga dari Diskominfo. Kita ambil juri dari luar agar penilaian tetap independen," bebernya.