KAIRO, wwb.co.id – Sebanyak 42 mahasiswa Program Kaderisasi Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) merasakan momen bersejarah saat mereka disambut langsung oleh pimpinan Universitas Al-Azhar. Acara pembukaan program Short Course (SC) ini berlangsung di Pusat Pengembangan Pendidikan Internasional dan Non-Imigran pada Selasa, 7 Oktober 2025.
Acara yang dimulai pukul 09.00 waktu setempat ini dipenuhi suasana hangat dan akrab. Perwakilan PKUMI dengan bangga menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada pihak Al-Azhar, diikuti dengan sesi foto bersama yang penuh kebahagiaan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Nahlah El-Saidi, Penasihat Syekh Al-Azhar untuk Urusan Mahasiswa Internasional, memberikan sambutan yang menginspirasi. Ia menekankan betapa pentingnya ilmu sebagai jalan menuju kemuliaan dan peradaban.
"Ilmu adalah jalan menuju surga, sarana untuk meraih ridha Allah, serta cahaya yang menuntun bangsa menuju kemajuan. Penuntut ilmu berjalan di jalan para nabi dan ulama," kata Prof. Nahlah.
Lebih lanjut, ia mengingatkan mahasiswa Indonesia untuk menuntut ilmu dengan tulus dan menjadikannya sebagai sarana pengabdian bagi kemanusiaan serta penyebaran nilai-nilai Islam yang moderat.
Program yang bertajuk Enhancement of Scholars Capacity ini merupakan hasil kolaborasi antara Masjid Istiqlal dan Universitas Al-Azhar. Para peserta, yang terdiri dari mahasiswa magister dan doktoral, akan menjalani pembelajaran teoretis dan praktis, termasuk peningkatan kemampuan bahasa Arab serta metodologi penelitian.
Setelah acara pembukaan, para mahasiswa menjalani tes bahasa Arab dan memperkenalkan diri dalam bahasa Arab. Kegiatan ini berlangsung hingga siang dan ditutup dengan sesi foto bersama Prof. Nahlah El-Saidi.
Achmed Reynaldo Prihandono, Staf Akademik PKUMI, menyampaikan bahwa seluruh peserta telah beradaptasi dengan baik di lingkungan Al-Azhar. "Alhamdulillah, seluruh mahasiswa sudah mulai menyesuaikan diri. Kegiatan berjalan lancar dan penuh semangat," ujarnya.
Program ini menjadi bukti nyata komitmen PKUMI dan Al-Azhar dalam memperkuat kerjasama pendidikan Islam antara Indonesia dan Mesir, demi melahirkan ulama yang berwawasan global dan berakhlak moderat.