KOTA BOGOR, WWB.CO.ID – Lurah Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Achmad Jaelani saat ini sedang menjalani pendidikan dan pelatihan kepemimpinan pengawas (Diklat PKP) angkatan VIII yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat.

Ia menjalani Diklat PKP selama 3 bulan di Cimahi, Jawa Barat. Dan selama diklat, dirinya memilih program pengentasan kasus stunting yang terjadi di wilayahnya. Dia beralasan, dengan memilih pengentasan stunting karena permasalahan tersebut merupakan permasalahan serius dan angkanya masih cukup tinggi di Rangga Mekar.

Jaelani menyebutkan kasus stunting di wilayahnya saat ini berjumlah 47 balita dan ini perlu adanya penanganan serius, salah satunya membuka kegiatan dapur sehat dalam pemenuhan makanan tambahan (PMT) untuk masyarakat yang balitanya masuk kategori stunting.

“Jumlah stunting di wilayah Rangga Mekar ada 47 balita. Langkah yang saya lakukan dalam menangani permasalahan tersebut dengan cara membuka kegiatan dapur sehat dan kami berharap kasus ini semakin berkurang,” kata Jaelani.

Ia menjelaskan, kegiatan dapur sehat itu dilakukan dua kali dalam seminggu, dimana di kegiatan tersebut pihaknya menyediakan menu makanan sehat, ditambah didalamnya ada buah-buahan dan juga susu bernutrisi.

Program ini pun, kata dia, akan dilakukan secara berkelanjutan sampai kasus stunting di wilayahnya betul-betul zero atau nol kasus. Bukan itu saja, pihaknya juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada keluarga rawan stunting (KRS), misalnya kepada ibu hamil yang harus betul-betul dijaga pemenuhan gizinya, termasuk kepada calon pengantin.

“Dalam menjalankan program ini kita bekerja sama dengan Puskesmas. Sedangkan targetnya, ya mudah-mudahan di Rangga Mekar zero stunting atau setidaknya mengalami penurunan secara signifikan,” jelasnya.

Jaelani menambahkan, selama menjalankan kegiatan dapur sehat dan edukasi terhadap KRS ini respon masyarakat sangat baik untuk menerimanya. Karena apa yang dilakukannya untuk mengubah perilaku masyarakat agar hidupnya bisa lebih sehat lagi, sehingga dapat terhindar dari kasus stunting.

“Alhamdulillah, respon masyarakat sangat baik menerima program atau kegiatan yang saat ini kami jalani. Sedangkan diklat PKP ini akan ditutup pada Desember mendatang,” tutupnya.