KOTA BOGOR, WWB.CO.ID – Semarak Perkebunan Nasional (Skena) 2024 di Jawa Barat yang ditempatkan di Kota Bogor ini bisa disebut sebagai pilot project dalam mengekspos penguatan hilirisasi, memberikan edukasi bagi pertanian dan perkebunan tidak saja Bogor, tapi juga di Jawa Barat dan nasional.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor, Bima Arya saat pembukaan Skena 2024 di Kota Bogor Jumat, (19/4/2024).

Menurutnya, Kota Bogor pada tahun 2023 jumlah UMKM mencapai 74.000 naik dari tahun 2021 yang berjumlah 68 ribu, dua tahun terakhir pertumbuhan kafe, warung, restoran juga naik sebesar 300 persen yang menjadi salah satu menyumbang PAD.

“Jadi 10 tahun ini kita fight betul. Bogor siap banget kalau untuk memperkuat hiliriasinya, karena outlet ini dahsyat sekali. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan hilirisasi pertanian perkebunan tidak hanya di Kota Bogor, tapi juga di Jawa Barat,” katanya.

Bima Arya mengaku siap jika harus berkeliling Jawa Barat untuk memajukan hilirisasi perkebunan dan pertanian di wilayah-wilayah Jawa Barat.

Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah menyampaikan terima kasih atas dukungan Wali Kota Bogor beserta jajaran Pemkot Bogor yang memberikan ruang dan tempat untuk memulai pengembangan program hilirisasi

“Acara ini kami laporkan atas kolaborasi dari berbagai komponen di sektor perkebunan dan ini menjadi tonggak Jawa Barat untuk menaikan UMKM di Jawa Barat, sehingga levelnya lebih tinggi lagi dan bisa berproduksi standar internasional dan bisa melakukan ekspor,” katanya.

Program hilirisasi perkebunan yang dilaunching Presiden Joko Widodo ini merupakan tahun kedua yang kini sudah naik level lebih tinggi kepada komersialisasi, sehingga para produk perkebunan dan pertanian melalui UMKM bisa menembus pasar ekspor.

Sehingga kolaborasi komersialisasi dari hasil inovasi penganggaran yang telah dilaksanakan dalam dua tiga tahun kebelakang sudah bisa bertumpu pada peningkatan UMKM perkebunan di level yang lebih tinggi.