BOGOR, wwb.co.id – Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menyatakan dukungannya terhadap peluncuran program inovasi CKG SMART (Cek Kesehatan Gratis) yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor. Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan deteksi dini kesehatan masyarakat yang terintegrasi secara digital.

Dukungan itu disampaikan Adityawarman saat menghadiri rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) CKG dan perancangan CKG SMART di Ruang Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, sistem yang dikembangkan melalui CKG SMART dapat menjadi basis data kesehatan yang kuat untuk mendukung langkah-langkah pencegahan dan pengambilan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran.

“DPRD Kota Bogor sangat mengapresiasi langkah dan inovasi yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Mudah-mudahan sistem ini bisa menjadi database bersama bagi kita untuk melakukan tindakan-tindakan preventif lanjutan,” ujar Adityawarman.

Selain mendukung digitalisasi layanan kesehatan, ia juga mendorong kembali penguatan budaya hidup sehat melalui kegiatan olahraga dan senam bersama di lingkungan pemerintahan, sekolah, serta berbagai institusi lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan bahwa program Cek Kesehatan Gratis pada tahun 2025 berhasil mencapai angka partisipasi sebesar 49,2 persen, tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Hingga pertengahan semester pertama tahun 2026, capaian program tersebut telah mencapai 21 persen.

Menurut Dedie, inovasi CKG SMART hadir untuk memastikan program pemeriksaan kesehatan tidak hanya mengejar target jumlah peserta, tetapi juga mampu menghasilkan data yang terintegrasi dan bermanfaat bagi penyusunan kebijakan publik.

“Data hasil pemeriksaan kesehatan nantinya akan terhubung dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran,” katanya.

Ia menjelaskan, semakin banyak masyarakat yang mengikuti pemeriksaan kesehatan, maka semakin lengkap pula basis data yang dimiliki pemerintah untuk memetakan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.