BOGOR, wwb.co.id – Tingginya angka pasien hipertensi dan diabetes melitus yang tidak rutin menjalani pengobatan menjadi perhatian serius Puskesmas Sukaresmi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Puskesmas Sukaresmi meluncurkan inovasi pelayanan kesehatan bertajuk TATAR TERDEBEST (Tatalaksana Rutin Hipertensi Diabetes).
Program ini dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan dan kontrol kesehatan secara rutin, sekaligus menekan angka pasien yang putus berobat (drop out) akibat kurangnya kesadaran akan pentingnya pengendalian penyakit tidak menular (PTM).
Kepala Puskesmas Sukaresmi, dr. Ahmad Budisabri, mengatakan bahwa hipertensi dan diabetes melitus masih menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan di wilayah kerjanya. Kedua penyakit tersebut termasuk kategori penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan dan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan untuk mencegah komplikasi serius.
"Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena banyak penderita tidak merasakan gejala, namun dapat memicu stroke, gagal jantung, hingga penyakit ginjal. Begitu juga diabetes yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik," ujarnya, Sabtu (23/4/26).
Menurutnya, masih ditemukan sejumlah pasien yang berhenti menjalani pengobatan atau tidak lagi melakukan kontrol kesehatan secara rutin. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko komplikasi penyakit sekaligus menurunkan kualitas hidup pasien.
Berangkat dari kondisi tersebut, Puskesmas Sukaresmi menggandeng kader kesehatan serta berbagai unsur lintas sektor untuk melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat melalui program TATAR TERDEBEST.
Dalam pelaksanaannya, petugas Program PTM terlebih dahulu melakukan pendataan pasien hipertensi dan diabetes yang tidak melakukan kunjungan rutin dalam beberapa bulan terakhir. Data tersebut kemudian diserahkan kepada kader kesehatan di masing-masing wilayah untuk dilakukan penjangkauan.
Kader kesehatan akan mengunjungi rumah pasien atau menghubungi secara langsung guna memberikan edukasi dan mengajak mereka kembali menjalani pengobatan secara rutin di puskesmas.
Selain itu, kader juga berperan aktif dalam memberikan penyuluhan kesehatan di kegiatan Posyandu, Posbindu maupun saat kunjungan rumah. Sementara petugas kesehatan memberikan pelayanan pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, konsultasi kesehatan hingga terapi sesuai kebutuhan pasien.