DINAMIKA NEWS – Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Keluarga Minang (DPC IKM) Sukaraja kembali menggelar pengajian dan santunan anak yatim rutin bulanan pada Sabtu malam (20/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat IKM CS, Dharmais Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor itu tetap berjalan khidmat dan penuh kehangatan meski wilayah Sukaraja diguyur hujan deras.
Pengajian yang dimulai pukul 21.00 WIB tersebut dihadiri puluhan anggota IKM Sukaraja sebagai bagian dari agenda rutin organisasi dalam mempererat silaturahmi, meningkatkan kualitas keimanan, serta menumbuhkan kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim.
Ketua IKM Sukaraja, Zulkifli, menyampaikan rasa syukur atas konsistensi pelaksanaan kegiatan yang telah menjadi tradisi bulanan bagi keluarga besar IKM Sukaraja.
"Alhamdulillah, pengajian dan santunan yatim ini terus bisa kita laksanakan setiap bulan. Saya berharap seluruh anggota IKM Sukaraja dapat hadir dan berpartisipasi. Mari kita isi malam Sabtu dengan kegiatan yang membawa kebaikan. Insya Allah hidup kita menjadi lebih berkah," ujarnya.
Pengajian malam itu menghadirkan penceramah kondang, Tuangku Basarudi, yang menyampaikan tausiyah bertema Mempertebal Keimanan di Tengah Kesibukan. Dengan gaya penyampaian khas Minang yang santai, komunikatif, namun sarat makna, ia mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga kualitas iman di tengah padatnya aktivitas kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyahnya, Tuangku Basarudi menyampaikan analogi yang menarik perhatian jamaah.
"Iman itu seperti baterai handphone. Kalau tidak di-charge, lama-lama lowbat. Tidak bisa dipakai untuk menonton, bermain game, apalagi menjadi navigasi hidup. Begitu juga iman, harus sering diisi ulang dengan pengajian, dzikir, membaca Al-Qur'an, dan ibadah lainnya agar kita tetap kuat menghadapi berbagai ujian kehidupan," jelasnya yang disambut senyum dan anggukan para jamaah.
Ia mengingatkan bahwa kesibukan mencari nafkah, mengembangkan usaha, maupun mengurus keluarga tidak boleh membuat seseorang lalai mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.
"Kita sibuk bekerja, sibuk bisnis, sibuk mengurus keluarga, tetapi jangan lupa bahwa tujuan utama kita adalah mempersiapkan bekal untuk pulang ke akhirat. Iman yang kuat adalah kunci keselamatan dunia dan akhirat," tambahnya.
