DINAMIKA NEWS – Pemandangan tak biasa tersaji di tengah ribuan sopir angkutan kota (angkot) yang memadati kawasan Balai Kota Bogor, Kamis (22/1/2026). Di atas kap mesin sebuah mobil, sesosok “Hulk” berdiri gagah memimpin sorak-sorai massa yang menuntut keadilan atas kebijakan transportasi di Kota Bogor.

Namun, Hulk tersebut bukanlah tokoh fiksi dari layar lebar. Ia adalah Dado, sopir angkot trayek 08, yang dengan penuh totalitas mengecat seluruh tubuhnya dengan warna hijau pekat. Aksi nyentrik ini sontak menyedot perhatian publik dan menjadi simbol perlawanan para sopir angkot yang merasa kian terhimpit secara ekonomi.

Dado mengungkapkan bahwa persiapannya untuk bertransformasi menjadi “Hulk” telah dilakukan sejak subuh. Ia mulai mengecat tubuhnya sekitar pukul 05.00 WIB sebagai bentuk keseriusannya dalam menyuarakan aspirasi.

Pemilihan karakter Hulk, menurut Dado, bukan tanpa makna. Sosok tersebut melambangkan kemarahan yang terpendam, namun juga tekad untuk tetap menjadi “pahlawan” bagi keluarga di rumah.

“Saya ngecat badan dari jam lima pagi. Ini bentuk totalitas saya. Kami ini rakyat kecil yang sedang marah, tapi kami tidak ingin anarki. Kami hanya ingin didengar, seperti raksasa ini,” ujar Dado di sela aksi.

Ia menambahkan, biaya pembelian cat tubuh itu berasal dari uang pribadinya, hasil menarik angkot sehari sebelumnya. Dado mengaku rela tidak beroperasi demi memperjuangkan nasib ribuan rekan seprofesinya yang merasa terpinggirkan oleh kebijakan transportasi baru.

Aksi unjuk rasa yang diikuti ribuan sopir angkot se-Kota Bogor ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar Balai Kota tersendat. Para sopir menuntut pemerintah daerah untuk meninjau kembali kebijakan penghapusan ribuan unit angkot yang dinilai sudah berusia tua, karena kebijakan tersebut dianggap mengancam mata pencaharian mereka.

Bagi para sopir, aksi “Hulk” bukan sekadar tontonan, melainkan jeritan keras agar suara mereka tak lagi diabaikan.***