BOGOR - Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Pencak Silat Indonesia Kota Bogor sukses menyelenggarakan Konferensi Daerah untuk menentukan nakhoda baru organisasi periode 2024-2029.

Hizriandra Putra, yang akrab disapa Kang Putra, secara resmi terpilih dan menerima amanah memimpin DPD PPSI Kota Bogor dalam prosesi khidmat sesuai AD/ART organisasi pada Minggu (03/05/2026).

Ketua terpilih menyatakan bahwa fokus awal kepemimpinannya adalah konsolidasi internal serta penguatan marwah organisasi agar seni bela diri tradisional semakin diminati oleh kalangan Milenial dan Generasi Z.

"Alhamdulillah, hari ini saya resmi terpilih. Langkah ke depan adalah merapatkan barisan dengan membentuk tim formatur untuk menyusun kepengurusan baru yang lebih fresh," ujar Putra, Minggu (03/05/2026).

"Target utama kita adalah meningkatkan marwah PPSI agar silat tradisi lebih dicintai oleh kaum milenial dan Generasi Z," tambah Putra, Minggu (03/05/2026).

Visi kepengurusan baru ini sejalan dengan arahan DPP dan DPW PPSI yang menargetkan transformasi pencak silat tradisi menjadi sektor industri kreatif yang produktif bagi para pelestarinya.

Tokoh senior PPSI, Firman, menegaskan bahwa silat merupakan aset bernilai jual tinggi, mulai dari aksesori seperti dodot dan totopong hingga potensi pertunjukan seni di level internasional.

PPSI berupaya membentuk karakter organisasi yang lebih berenergi dan aktif dalam pengembangan ekonomi paguron melalui kemandirian perlengkapan silat hingga edukasi budaya yang dikemas secara profesional.

Pengurus PPSI Provinsi, Lutfi Suyudi, menekankan pentingnya menjaga warisan budaya tak benda ini agar tidak tergerus zaman atau diklaim oleh negara lain melalui kolaborasi lintas sektor.