DINAMIKA NEWS -- Suasana penuh sukacita dan kekeluargaan mewarnai kegiatan Partangiangan Bona Taon Patambor Marsada, bere, ibebere Cibinong dan sekitarnya yang digelar pada Minggu, 26 April 2026, di Gedung Welasih, Citeureup. Acara doa awal tahun keluarga besar Manurung ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai wilayah di sekitar Cibinong.
Kegiatan yang telah memasuki tahun kedua ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota keluarga besar keturunan Raja Toga Manurung. Sejak pagi hari, para panitia dan Badan Pengurus Harian (BPH) telah bersiap menyambut kedatangan peserta. Penyambutan berlangsung meriah dengan iringan anak-anak dan remaja yang mengenakan pakaian adat Batak lengkap dengan ulos dan sortali, mengantar para tamu memasuki gedung.
Seluruh peserta tampak kompak mengenakan busana adat Batak, menambah nuansa budaya yang kental dalam acara tersebut. Selain menjadi ajang doa bersama, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat identitas dan kebersamaan keluarga besar.
Ketua Panitia, Darwin Manurung, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme peserta yang begitu besar. Ia menilai kegiatan doa awal tahun ini mampu mempererat hubungan kekeluargaan dalam organisasi.
“Ini masih dalam lingkup keluarga besar Raja Toga Manurung wilayah Cibinong dan sekitarnya, namun kekeluargaannya sangat terasa. Bahkan yang hadir baru sebagian kecil saja, sudah mencapai ratusan orang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Patambor Marsada bere ibebere Cibinong dan sekitarnya, Ps. Adenan Manurung, S.Th, menegaskan pentingnya keberadaan perkumpulan keluarga sebagai wadah saling peduli dan menghormati.
“Perkumpulan ini sangat penting, karena bere dan ibebere menganggap keluarga Manurung sebagai orang tua mereka. Sejak awal acara, mereka sudah menunjukkan penghormatan yang luar biasa,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ps. Adenan Manurung juga menyampaikan renungan firman Tuhan yang diambil dari Roma 12:10, dengan tema “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.” Ia menjelaskan bahwa ayat tersebut mengajarkan pentingnya hidup dalam kasih persaudaraan dan tidak mencari kehormatan untuk diri sendiri, melainkan mengutamakan orang lain.
“Memberi hormat adalah tanda kedewasaan rohani dan kasih yang nyata. Bukan hanya kepada pemimpin, tetapi juga kepada sesama,” tegasnya.
Ia berharap, sesuai dengan nama perkumpulan Patambor Marsada, bere, ibebere, seluruh anggota dapat terus mempraktikkan kasih yang tulus, bukan yang mencari keuntungan pribadi, melainkan kasih yang memberi nilai bagi orang lain.