DINAMIKA NEWS — Tumpukan sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan di gorong-gorong jembatan tol mengundang keprihatinan warga Kampung Bubulak RT 02/03, Desa Cadasngampar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Kondisi tersebut mendorong masyarakat setempat untuk melakukan aksi gotong royong membersihkan sampah dari jembatan tol dan saluran air pada Minggu (19/4).
Kegiatan ini melibatkan warga secara sukarela yang bahu-membahu mengangkat sampah dari dalam gorong-gorong demi mencegah penyumbatan aliran air yang berpotensi menimbulkan banjir serta dampak lingkungan lainnya. Sampah yang didominasi limbah rumah tangga itu diduga dibuang secara liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Ketua RW setempat, Ahmad Riadi, menyampaikan keprihatinannya atas rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Ia mengingatkan bahwa perilaku membuang sampah sembarangan akan berdampak panjang, tidak hanya bagi kondisi lingkungan saat ini tetapi juga bagi generasi mendatang.
“Kerusakan lingkungan akibat sampah ini akan kita wariskan kepada anak cucu jika tidak segera kita tangani bersama. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar lebih sadar dan disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya,” ujar Ahmad Riadi di sela kegiatan.
Senada dengan itu, warga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah desa, khususnya dalam penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang memadai. Minimnya fasilitas kerap menjadi salah satu alasan terjadinya pembuangan sampah secara sembarangan.
Sementara itu, Ketua Mitra Ruhay R. Mursid, yang turut melakukan monitoring dalam kegiatan pembersihan tersebut menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga.
“Edukasi menjadi kunci utama. Masyarakat perlu dibekali pemahaman bagaimana mengelola sampah dari sumbernya, terutama di tingkat rumah tangga, agar tidak berakhir mencemari lingkungan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Bogor yang saat ini tengah gencar menangani persoalan sampah dari hulu. Pengelolaan sampah berbasis desa dinilai menjadi solusi strategis untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga yang saat ini kondisinya sudah melebihi kapasitas.
Melalui kegiatan gotong royong ini, warga Desa Cadasngampar berharap kesadaran kolektif masyarakat terus meningkat, sehingga persoalan sampah dapat ditangani secara berkelanjutan dan lingkungan tetap terjaga untuk masa depan.

