BOGOR,wwb.co.id — Peninjauan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di kawasan Bunker Mandiri dan Sumur Tujuh, Lawanggintung, Bogor Selatan, Sabtu (15/11/2025), langsung memunculkan temuan yang mengejutkan. Dari permukaan tanah, tim menemukan sejumlah diduga artefak masa lampau yang menguatkan dugaan bahwa kawasan tersebut memiliki nilai historis signifikan.

Fragmen gerabah lokal hingga botol-botol peninggalan masa kolonial dan era Jepang ditemukan berserakan di lokasi. Temuan ini disampaikan Kepala Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN, M. Irfan Mahmud.

“Ada gerabah, ada botol. Kalau botol itu produk kolonial, kalau gerabah itu lokal. Botol minum biasanya Belanda atau Jepang,” ujarnya.

Irfan menegaskan, indikasi itu cukup untuk menyimpulkan bahwa lokasi tersebut merupakan sebuah situs. Namun ia menekankan perlunya riset komprehensif untuk mengetahui skala temuan.

“Menurut saya bisa dipastikan ini situs. Tapi untuk mengetahui seberapa banyak temuannya, riset harus dilakukan secara ilmiah,” tuturnya.

Diperkuat Temuan Keramik Abad ke-11 hingga 20

Temuan BRIN sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya. Rahmat Iskandar, peneliti senior Disparbud Kota Bogor, menyebut pernah ditemukan fragmen keramik abad ke-11, 14, hingga 20 di area longsoran Mbah Dalem.

“Keramiknya kebanyakan Cina, Jepang, Belanda. Ada juga semacam tapal kuda. Keramiknya disimpan di Disparbud. Yang paling banyak dari Dinasti Yuan,” ucapnya.

Namun upaya mendapatkan informasi dan dokumentasi temuan tersebut pada 28 Oktober 2025 disebut terkendala karena Disparbud Kota Bogor tidak mengizinkan publikasi.